{"id":403,"date":"2022-07-07T08:06:08","date_gmt":"2022-07-07T01:06:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/?p=403"},"modified":"2022-07-07T08:06:08","modified_gmt":"2022-07-07T01:06:08","slug":"tips-mengembangkan-jiwa-entrepreneurship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/tips-mengembangkan-jiwa-entrepreneurship\/","title":{"rendered":"Tips mengembangkan jiwa entrepreneurship"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-405\" src=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover.jpg\" alt=\"\" width=\"501\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover.jpg 1920w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover-600x338.jpg 600w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Article-Landsape-Cover-200x113.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 501px) 100vw, 501px\" \/><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari<br \/>\n<\/strong><br \/>\nKedisiplinan adalah hal yang sangat penting untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Proses suatu bisnis atau usaha tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa kedisiplinan. Membiasakan diri bersikap disiplin dapat dimulai dengan hal kecil seperti berkomitmen terhadap tugas perkuliahan maupun kelompok, disiplin waktu, dan kualitas kerja.<\/li>\n<li><strong>Berani membangun komitmen tinggi<\/strong>Komitmen merupakan suatu tindakan untuk mendedikasikan diri mengenai suatu hal yang ingin dituju. Dengan ini, seorang entrepreneur akan memiliki pikiran yang berorientasi pada masa depan, dan memiliki rencana-rencana yang jelas, dan terarah.<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Melakukan inovasi dan mengasah kreativitas diri<\/strong><\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Salah satu faktor kesuksesan entrepreneurship yaitu memiliki komponen yang unik dan berbeda dari yang lainnya. Kreativitas dan inovasi merupakan dua hal penting yang akan mendorong jiwa entrepreneurship. Tanpa kedua komponen ini, seorang entrepreneur tidak bisa mengelola usaha dan tentunya akan sulit untuk memenangkan persaingan.<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Belajar untuk mandiri<\/strong><\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Mandiri merupakan salah satu sifat yang dimana seorang individu mampu untuk mengatur dirinya sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Seorang entrepreneur harus mampu membangun sikap mandiri, mengambil keputusan dan bertindak secara berani, percaya diri, dan bijak.<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Berpikir secara realistis<\/strong><\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Memiliki pola pikir secara realistis sangat penting untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Pola pikir yang realistis akan membantu seorang entrepreneur untuk melihat fakta dan realita secara luas. Hal ini akan berdampak pada cara seseorang mengambil keputusan. Keputusan tentunya akan berlandaskan pada fakta dan bukti yang ada.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari Kedisiplinan adalah hal yang sangat penting untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Proses suatu bisnis atau usaha tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa kedisiplinan. Membiasakan diri bersikap disiplin dapat dimulai dengan hal kecil seperti berkomitmen terhadap tugas perkuliahan maupun kelompok, disiplin waktu, dan kualitas kerja. Berani membangun komitmen tinggiKomitmen merupakan suatu tindakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":404,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":407,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403\/revisions\/407"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/baa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}