Di era yang serba canggih ini, teknologi sudah menyokong sebagian besar kehidupan kita menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Terutama internet, yang sudah menjadi poros dari segala mobilitas kegiatan, hampir dua tahun belakangan ini. Rasanya, tanpa persebaran jaringan internet yang stabil dan merata, perangkat kita tidak bisa berfungsi & beroperasi dengan optimal.

Ambil saja beberapa contohnya yaitu gadget dan game online yang terkesan sudah menjadi makanan kita sehari-hari. Kini, dengan unggulnya perkembangan teknologi informatika, berbagai informasi dapat diakses dari mana saja tanpa batasan ruang dan waktu. Pekerjaan pun bisa dikerjakan secara remote atau jarak jauh. Tak hanya itu saja, bisnis digital pun memiliki peminat yang semakin meningkat tiap harinya.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari sebelumnya kita berkenalan lebih dekat dengan bisnis digital. Sebenarnya, apa sih bisnis digital itu? Bisnis yang penuh dengan tantangan baru, yang erat korelasinya dengan teknologi informatika. Dilansir dari banyak sumber, bisa disimpulkan bahwasanya bisnis digital merupakan kategori layanan jasa yang memfasilitasi klien dengan kecanggihan teknologi untuk menciptakan produk dan juga saat memasarkannya.

Contoh bisnis digital sendiri biasanya produk identik dengan software, ataupun semua produk yang bukan berupa fisik, dan juga difungsikan secara virtual. Misalnya saja, menjadi seorang host streaming di aplikasi, menjadi content creator, desainer grafis, dan sebagainya. Bisnis digital dianggap sangat menguntungkan karena mekanismenya cukup fleksibel.

Tapi sayangnya, bisnis digital ini masih kerap distigmatisasi masyarakat. Sebagian dari mereka berasumsi bahwasanya bisnis dengan model seperti ini bukanlah suatu profesi tetap yang bisa ditekuni secara mendalam. Terutama bagi mereka yang masih gaptek atau gagap teknologi, menjelaskan validasi bisnis digital pada mereka menjadi tantangan tersendiri. Tapi, apakah eksistensi bisnis digital akan selalu seperti itu? Mari kita simak bersama-sama!

Bisnis Digital Vs. The World; Bukan Pekerjaan ‘Serius’?

Beberapa dari anda yang tergabung dalam komunitas bisnis digital mungkin sudah cukup akrab dengan pertanyaan tersebut. Seperti yang kita singgung sebelumnya, bahwa kurangnya edukasi informatif mengenai bisnis digital sering membelokkan persepsi masyarakat. Padahal sebenarnya, sudah banyak perusahaan maju yang menerapkan sistem ini.

Tak jarang juga bisnis digital menjanjikan prospek karir dengan tawaran gaji yang sangat menggiurkan. Dengan hal ini, tentu saja bisnis digital sangat bisa dianggap serius dan valid. Maka dari itu, anda tak perlu lagi ragu untuk mencoba merintis bisnis dengan permodelan seperti ini. Peruntungan bisnis digital bisa dianggap cukup baik, terutama di masa seperti ini.

Intinya, selama anda memiliki perangkat yang memadai, anda sudah bisa perlahan menyusun bisnis digital yang kian bertambah terus pegiatnya setiap waktu.

Kesimpulan

Merujuk pada teori Charles Darwin yang mengatakan manusia hanya bisa bertahan apabila mampu beradaptasi dengan jaman, bisa disimpulkan bahwa kita perlu untuk membuka diri akan perubahan-perubahan baru dalam era modernisasi. Sangatlah penting bagi kita yang hendak merintis suatu usaha untuk melakukan riset lapangan dan strategi pemasaran yang tidak lagi konvensional.

Mempelajari dasar-dasar teknologi sangatlah perlu untuk dilakukan semua orang, karena kehidupan kini sangat erat dengan hal tersebut. Tidak ada salahnya jika anda ingin menggeluti hal-hal baru yang mungkin masih belum terlalu disorot. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menetapkan haluan bisnis digital anda. Tertarik? Tak perlu takut, sudah banyak kelas bisnis digital yang bisa anda ikuti secara virtual, dengan para mentor yang siap membantu anda. Selamat mencoba!

Artikel lain
×