Tips Memperkuat Brand Personality untuk Sukseskan Keterikatan Merek

Hubungan dengan pelanggan yang berlangsung lama merupakan cita-cita setiap pengusaha. Kesuksesan hubungan tersebut dapat terjadi jika pelanggan merasa terikat dengan merek. Penciptaan keterikatan merek dimulai dengan penguatan merek dalam persepsi dan hati pelanggan. Merek merupakan identitas perusahaan yang unik, menarik, dan mudah diingat, sehingga berpotensi menguatkan hubungan merek-pelanggan. Sebuah merek juga mempunyai kepribadian yaitu sifat atau prinsip yang melekat. Dalam implementasinya, jika personality tersebut sesuai dengan target pasar, maka tercipta kedekatan dengan pelanggan karena kepribadian merek mewakili kepribadian pelanggan.

Urgensi Brand Personality

Manajemen hubungan pelanggan berperan penting pada kelangsungan bisnis. Merek sebagai identitas produk perusahaan perlu dikembangkan dan diperkuat melalui karakternya yang khas. Kepribadian merek mencakup itu semua, di mana mampu mengenalkan nilai, citra, dan ciri khas merek, sehingga mampu mengomunikasikan keunggulan kepada para pelanggan. Kepribadian merek dapat ditunjukkan melalui kualitas produk, pelayanan, visual, tone and voice yang dimiliki, sehingga berbeda dengan pesaing. Saat kepribadian merek tersebut mewakili kepribadian pelanggan, maka meningkatkan keterikatan pelanggan terhadap merek yaitu berupa ingin selalu menggunakan.

Tips Membentuk Brand Personality yang Kuat

Setiap pengusaha harus peka dengan karakter target pasarnya agar mampu mengoptimalkan peluang yang ada. Dalam menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, entrepreneur diharapkan mempunyai kepribadian merek yang kuat. Hal ini guna menjaga persepsi positif pelanggan yang mengandalkan merek tersebut sebagai solusi kebutuhan. Berkaitan dengan hal tersebut, yuk ikuti beberapa tips berikut ini.

  1. Benar-Benar Memahami Merek

Merek adalah identitas perusahaan atau produk yang di dalamnya terdapat nilai dan karakter yang khas yang membentuk kepribadian. Dalam rangka memperkuat kepribadian merek, pelaku usaha perlu benar-benar memahami merek agar mampu melayani pelanggan. Caranya adalah menjawab beberapa pertanyaan mengenai adakah hal unik yang ditawarkan oleh merek, apa sajakah nilai inti merek, apakah misi yang akan dicapai, aspek apakah yang menjadi kekhususan merek, dan siapa sajakah target pasarnya.

  1. Menentukan Tone dan Voice dari Merek

Nilai perusahaan harus dicerminkan melalui brand tone dan brand voice. Kedua hal tersebut sangat penting sebagai media komunikasi merek dengan pelanggan untuk mengaitkan kepribadian antara keduanya. Dengan demikian, pelanggan mengetahui kepribadian merek tersebut, kemudian akan menggunakannya jika sesuai dengan kepribadiannya. Brand tone dan brand voice dapat diidentifikasi melalui atribut merek, seperti logo, tagline, jingle, hingga konten periklanan.

  1. Memahami Target Pasar

Perusahaan harus menjadi profesional dalam menjalankan usaha yaitu dengan memberikan hal terbaik kepada pelanggan. Caranya adalah dengan berorientasi pada pelanggan, sehingga perlu memahami target pasar melalui profil pelanggan, preferensi, dan karakteristiknya.

  1. Mengetahui Pesan yang Ingin Disampaikan

Dalam kegiatan ekonomi bisnis, merek menjadi media menyampaikan pesan kepada target pasar. Dengan demikian, perlu memahami perilaku konsumen, mulai dari cara berpikir, merasakan, bersikap, hingga berperilaku, yang menjadi sumber informasi tentang apa yang dibutuhkan pelanggan, sehingga dapat menyediakan produk yang tepat sasaran dan menyebarluaskan melalui media promosi lengkap dengan deskripsi produk dan kalimat persuasif.

  1. Memunculkan Keunikan

Dunia bisnis erat kaitannya dengan persaingan. Memunculkan keunikan dari mereknya merupakan solusi bagi pelaku usaha untuk memperkuat identitasnya, sehingga terlihat keunggulannya dibandingkan pesaing. Dengan melihat kuatnya identitas merek tersebut, pelanggan menjadi tertarik dan mencoba mencari informasi mengenai merek. Ketertarikan yang besar ini menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

  1. Fokus pada Strategi Pemasaran yang Adaptif

Memunculkan kepribadian merek kepada target pasar harus dilakukan secara intensif. Strategi pemasaran yang dipakai harus menjangkau sasaran. Dalam entrepreneurship, dituntut untuk menerapkan strategi yang adaptif. Pada era sekarang ini, pemasaran digital sudah banyak diterapkan dan efeknya sangat revelan menjangkau pelanggan secara efisien. Pesan dapat tersampaikan dengan baik melalui upaya pemasaran yang intensif, seperti email marketing, social media marketing, content marketing, search engine optimization (SEO), search engine marketing (SEM), pay per click (PPC), dan television marketing. Selanjutnya, perhatikan antusiasme pelanggan melalui jumlah like, share, comment, reply, jumlah subscribe, jumlah tayangan.

Demikianlah berbagai cara memperkuat brand personality untuk meningkatkan hubungan merek dan pelanggan dari sisi emosional. Kreativitas pelaku usaha juga diperlukan untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan yang berujung pada keingintahuan yang tinggi dan penggunaan merek dalam jangka panjang.

Artikel lain
×