Mahasiswa DKV Universitas Ciputra Makassar Kunjungi Desa Lompulle untuk Rancang Visual Identity Desa

MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Makassar melaksanakan perancangan identitas visual bagi Desa Wisata Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng dengan durasi 29 Februari – 30 Juni 2024, sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan potensi wisata daerah.

Tim terdiri atas Yonathan Imam Prasetia Rieuwpassa, Joann Adrien Thamrin, Calista Natasha Martahadi, Kevin Hamfri, dan Wilbert Surjaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak pemerintah desa serta masyarakat setempat, dan survei kepada sasaran audiens guna mengidentifikasi potensi, karakteristik, serta kebutuhan Desa Lompulle sebagai dasar pengembangan citra destinasi wisata yang lebih berdaya saing. 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek akademik yang berfokus pada perancangan visual identity. Desa Wisata Lompulle dipilih karena memiliki beragam potensi budaya, kuliner, kerajinan, serta wisata alam yang belum didukung oleh identitas visual yang kuat dan konsisten.

Perancangan bertujuan membantu Desa Lompulle membangun citra yang lebih mudah dikenali masyarakat sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat branding desa, serta mendukung promosi kepada wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa melakukan observasi langsung ke Desa Lompulle, wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat, serta mengumpulkan data mengenai berbagai potensi yang dimiliki desa. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan Design Thinking untuk menghasilkan logo, sistem identitas visual, palet warna, tipografi, serta panduan penggunaan identitas visual yang sesuai dengan karakter Desa Wisata Lompulle.

“Melalui perancangan ini kami ingin menghadirkan identitas visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu mencerminkan nilai budaya, keramahan masyarakat, serta potensi wisata yang dimiliki Desa Lompulle,” ujar Joann, salah satu anggota tim.

Sebagai tahap akhir, hasil perancangan diuji kepada aparat Desa Lompulle untuk memperoleh masukan terhadap identitas visual yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar responden menilai logo yang dirancang menarik, mudah diingat, serta mampu merepresentasikan karakter Desa Lompulle sebagai desa wisata.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman menerapkan proses desain secara nyata, tetapi juga memahami pentingnya riset, komunikasi visual, serta kolaborasi dengan masyarakat dalam menghasilkan solusi desain yang tepat sasaran. Perancangan identitas visual ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat citra Desa Wisata Lompulle sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas, meningkatkan promosi pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed