{"id":558,"date":"2026-04-29T01:56:57","date_gmt":"2026-04-29T01:56:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/?p=558"},"modified":"2026-04-29T01:57:12","modified_gmt":"2026-04-29T01:57:12","slug":"apa-itu-figma-dan-kenapa-banyak-desainer-menggunakannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/2026\/04\/29\/apa-itu-figma-dan-kenapa-banyak-desainer-menggunakannya\/","title":{"rendered":"Apa itu Figma dan Kenapa Banyak Desainer Menggunakannya? Ini Jawabannya!"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><b>Apa itu Figma dan Kenapa Banyak Desainer Menggunakannya? Ini Jawabannya!<\/b><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-559 size-full\" src=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma.png\" alt=\"apai itu figma\" width=\"512\" height=\"288\" srcset=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma.png 512w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-300x169.png 300w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-400x225.png 400w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-200x113.png 200w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-150x84.png 150w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-100x56.png 100w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-75x42.png 75w, https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/apai-itu-figma-50x28.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih kamu lihat desain aplikasi atau website yang animatif banget, terus kepikiran, \u201cIni bikinnya pakai apa, ya?\u201d. Klik ini muncul itu, klik itu muncul ini. Kok bisa sih dibuat sehebat itu? Nah, menariknya\u2026 banyak banget desainer sekarang tuh pakai satu tools yang sama, tools yang bisa dipakai gratis tapi jadi andalan banget kalau di dunia desain digital lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman sekarang, desain digital bukan hanya soal tampilan yang menarik, tetapi juga harus user friendly atau dengan kata lain gampang dipakai. Semuanya, mau itu aplikasi, website atau program, semuanya butuh tampilan yang tidak sulit tetapi tetap menarik. Tapi tenang, kamu nggak harus jadi pro dulu kok buat mulai semuanya. Banyak aplikasi gratis yang bisa membantu para desainer menciptakan desain UI\/UX, bahkan kalau kamu masih pemula pun kamu harus bisa nyoba desain tanpa ribet instal ini itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus sebenarnya Figma itu apa sih? Kok tiba tiba semua orang gunain tools ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu penasaran Figma itu seperti apa, fitur dan cara menggunakannya, Yuk Simak Artikel dibawah ini lebih dalam!<\/span><\/p>\n<h2><b>Tapi, Apa sih itu Figma?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figma merupakan satu aplikasi desain berbasis web yang biasanya digunakan untuk memaksimalkan UI\/UX Design untuk aplikasi, website dan produk digital lainnya. Figma tuh kayak partner penting para desainer, Figma menjembatani para designer untuk saling berkolaborasi dalam tim mengenai desainnya secara real time sehingga mempermudah proses desain dan pembuatan prototype berbarengan. Kemampuan dan fiturnya yang lengkap membuat para desainer mampu merancang interface aplikasi dan website yang menarik, fungsional dan user-friendly lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau kamu para desainer diminta untuk membuatkan gambaran aplikasi kalau udah berhasil di coding, ya cukup gunakan figma ini. Biasanya para investor tuh butuh ngelihat tampilan UI\/UX sebelum benar benar digenerate kodenya menjadi aplikasi utuh oleh para <a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/imt\/web-developer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">web developer<\/a>. FIgma ini seperti kanvas digital canggih, yang tersimpan di cloud dan dibuat khusus untuk membantu para desainer bekerja kapan saja dan dimana saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figma awalnya dimunculkan pada tahun 2012, oleh Dylan Field dan Evan Wallace, tujuannta sih buat <a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/2025\/06\/13\/5-tools-desain-grafis-biar-kamu-jadi-kesayangan-semua-klien\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tools desain<\/a> yang unik, nggak ribet, bisa dipakai bareng bareng secara real-time. Yang paling penting, semuanya jalan di cloud. Jadi nggak perlu lagi tuh kirim kirimin file bolak balik. Setelah dikembangin beberapa tahun, akhirnya Figma tuh resmi rilis di tahun 2016. Nggak butuh lama sih, tools ini langsung naik daun soalnya belum ada aplikasi design yang user friendly seperti ini. Tools ini jadi favorit banyak desainer digital. Dari yang masih newbie sampai profesional, banyak yang beralih dari Figma karena praktis dan super fleksibel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi Figma apa saja sih?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu pikir Figma tuh cuman bisa gambar UI doang, ga dong, Kamu belum kenal tools ini lebih dalam. Faktanya, Figma tuh multifungsi banget, bisa dipakai untuk desain UI\/UX mulai dari tahap awal ide sampai produk siap dipresentasiiin. Berikut tiga fungsi figma untuk para desainer pemula!<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>1. Wadah untuk Kolaborasi Tim<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figma menajdi wadah kolaborasi real time yang efektif, dimana para desainer tuh bisa kerja bareng tim mereka dalam satu file yang sama, secara langsung. Bisa saling kasih komentar, saling revisi, saling edit bareng tanpa harus bolak balik kirim file lho. Cocok banget ga sih buat kerja tim baik di perkuliahan maupun di kantor.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Fitur nya membantu kerja lebih praktis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak banget fitur Figma yang dilengkapi teknologi otomatis dimana fitur seperti komponen, library, Auto Layout dan plugin dapat membantu desainer bekerja lebih cepat dan efisien. Dengan adanya Figma, tugas desain yang berulang bisa diotomatiskan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>3. Hand-off ke Developer<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figma tuh jadi wadah para desainer buat presentasin ke para web developer. Figma dapat mempermudah proses kerja sama dengan developer, developer bisa langsung lihat ukuran, warna, font, bahkan copy kode dari desain yang kamu buat. Jadi komunikasimu bisa jadi lebih mudah, jelas dan minim error.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bedanya dengan aplikasi desain lain!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas banget ga sih bedanya dengan aplikasi desain lain, Mulai dari fungsi, cara gunain dan manfaat yang bisa dirasakan hanya dengan Figma. Gak mengerti soal design, coba pakai figma. Dijamin langsung paham. Ini tiga hal yang membuat Figma beda dengan aplikasi desain lainnya.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>1. Dilengkapi berbagai fitur yang memudahkan para desainer pemula<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figma tuh mirip seperti canva, dimana ada fitur community file yang memudahakn kamu menyari template dan file yang sudah didesain orang lain. Jadi kamu bisa gunain file tersebut dan edit sesuai selera kamu. Di Figma juga ada fitur seperti auto layout yang bakal bantu kamu rapihin elemen biar lebih responsif, tanpa harus ngatur manual satu per satu.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Ngasilin kode lho dari design doang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu fitur unik dari Figma tuh kemampuannya dalam menghasilkan kode hanya dari setiap <a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/2025\/07\/17\/elemen-desain-grafis-ilmu-dasar-yang-wajib-kamu-kuasai-sebelum-belajar-desain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">elemen desain<\/a> seperti warna, ukuran font sampai padding ke dalam kode CSS, Swift atau XML Android. Maka dari itu desainer gak perlu buat dokumentasi manual lagi atau presentasiin satu satu karna hanya perlu diklik objeknya untuk menyalin kode-nya saja.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>3. Ada Fitur Presentation atau Figma Slides<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih banyak yang ngira Figma tuh cuma buat desain <a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/imt\/pengen-kuliah-informatika-tapi-suka-desain-ui-ux-jawabannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UI\/UX,<\/a> Figma tuh juga bisa lho jadi wadah kamu membuat slide presentasi langsung di tempat yang sama lewat fitur Figma Slide. Jadi kamu bisa langsung ubah desain, ide atau progress project jadi slide tanpa harus ribet pindahin ke powerpoint.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Yuk, Belajar Figma Bareng UC Makassar!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau jago Figma dan serius masuk ke dunia digital? UC Makassar Jawabannya.\u00a0 Di UC Makassar, terdapat tiga spesialisasi pada jurusan Desain Komunikasi Visual yaitu <\/span><a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/spesialisasi\/graphic-design\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Graphic Design<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/spesialisasi\/digital-illustration\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Digital Illustration<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/spesialisasi\/digital-media-design\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Digital Media Design<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tiga jurusan ini akan membantu kamu memahami prinsip layout, hirearki visual, komposisi hingga penerapan dalam berbagai media. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Dibimbing oleh dosen yang ahli dan berpengalaman melalui teori dan praktek membuat kamu bisa fokus dan mendalami bidang yang paling kamu suka sambil tetap mengembangkan skill kreatif dan komunikasi visual yang dibutuhkan di industri kreatif masa kini! Di sini, kamu nggak cuma sekedar tahu apa itu figma, tapi benar benar diajarin cara pakainya buat bikin desain aplikasi dan website yang real. Belajarnya juga nggak kaku. Kamu bisa kolaborasi bareng teman satu tim kamu pakai figma, persis seperti di dunia kerja yang keras. Mulai dari diskusi ide, revisi desain, sampai presentasiin hasil projcet lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di UC Makassar, kamu bukan hanya belajar soal teori tetapi kamu juga akan praktik langsung pada masyrakat. Salah satunya adalah<\/span> <a href=\"https:\/\/simakberita.com\/2023\/03\/jurusan-vdc-uc-makassar-gelar-event-tandata-tangani-mou-dengan-badan-pengelolaan-geo-park-maros-pangkep\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kasat mata<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">event yang diwaranai banyak kegiatan mulai dari pameran hingga sharing session. Menarik sekali bukan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kembangkan kreativitasmu dan jadilah bagian dari generasi kreator masa depan dengan bergabung di <\/span><a href=\"https:\/\/ciputra.link\/freelancewriter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">UC Makassar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Jadilah bagian hebat dari generasi emas 2045!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Figma dan Kenapa Banyak Desainer Menggunakannya? Ini Jawabannya! Pernah nggak sih kamu lihat desain aplikasi atau website yang animatif banget, terus kepikiran, \u201cIni bikinnya pakai apa, ya?\u201d. Klik ini muncul itu, klik itu muncul ini. Kok bisa sih dibuat sehebat itu? Nah, menariknya\u2026 banyak banget desainer sekarang tuh pakai satu tools yang sama,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":559,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-insight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=558"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":560,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558\/revisions\/560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputramakassar.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}