Mahasiswa UC Makassar Lakukan Pengabdian Masyarakat melalui Analisis HPP dan BEP pada UMKM Salondry

Sebagai wujud nyata penerapan ilmu akuntansi di tengah masyarakat, sejumlah mahasiswa Universitas Ciputra Makassar (Ciputra School of Business) yang tergabung dalam kelompok mata kuliah Akuntansi Biaya, yaitu Richwellson Phandy, Chelsea Maydellaine Kalangi, Erich Riady Shak, Esylia Witri Gunawan, dan Evelyn Clarissa Ongadi, melaksanakan program Pengabdian Masyarakat kepada Salondry. UMKM laundry tersebut berlokasi di Ruko Surya Villa Mas, Jl. Toddopuli Raya Timur No.14 Blok A1, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mengangkat tema “Optimalisasi Manajemen Keuangan UMKM Salondry melalui Analisis Break Even Point (BEP) dan Harga Pokok Produksi (HPP)”. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan biaya usaha, penentuan harga jual yang tepat, serta pengendalian keuangan usaha agar bisnis dapat berjalan lebih efektif dan memperoleh keuntungan secara maksimal.

Tantangan Finansial pada UMKM Laundry

Saat ini masih banyak pelaku UMKM, khususnya di bidang jasa laundry, yang menentukan harga layanan hanya berdasarkan harga pasar tanpa melakukan perhitungan biaya secara rinci. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha sering kali tidak mengetahui secara pasti keuntungan yang diperoleh dari setiap layanan yang diberikan.

UMKM Salondry juga menghadapi tantangan serupa, terutama terkait perubahan biaya operasional seperti listrik, air, deterjen, pewangi pakaian, plastik kemasan, hingga biaya tenaga kerja. Apabila tidak dilakukan pengelolaan biaya yang tepat, maka usaha berpotensi mengalami penurunan keuntungan bahkan kerugian ketika biaya operasional meningkat.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa melakukan pendampingan langsung kepada pemilik usaha untuk membantu mengidentifikasi seluruh komponen biaya operasional serta memberikan edukasi mengenai pentingnya analisis HPP dan BEP dalam pengelolaan bisnis laundry.

Mengoptimalkan Keuntungan melalui HPP dan BEP

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, edukasi difokuskan pada dua instrumen utama dalam manajemen keuangan usaha, yaitu penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan analisis Break Even Point (BEP).

1.  Penentuan HPP yang Akurat

Mahasiswa membantu pemilik usaha menghitung seluruh biaya yang digunakan dalam operasional laundry, mulai dari biaya bahan pendukung seperti deterjen dan pewangi, biaya listrik dan air, biaya plastik kemasan, hingga biaya tenaga kerja dan overhead lainnya. Dengan perhitungan HPP yang tepat, pemilik usaha dapat mengetahui biaya sebenarnya dari setiap layanan laundry sehingga harga jual yang ditetapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih optimal.

Melalui proses analisis tersebut, pemilik usaha menjadi lebih memahami bagaimana menentukan harga layanan berdasarkan biaya operasional yang nyata, bukan hanya mengikuti harga pasar di sekitar.

2.  Analisis BEP (Break Even Point)

Selain menghitung HPP, mahasiswa juga melakukan analisis Break Even Point (BEP) untuk membantu pemilik usaha mengetahui target minimal penjualan agar usaha dapat menutupi seluruh biaya operasional dan mulai memperoleh keuntungan.

Dengan adanya analisis BEP, pemilik usaha memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai target penjualan yang harus dicapai setiap bulan sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur.

Dampak Positif bagi Mitra UMKM

Melalui kegiatan edukasi ini, pemilik UMKM Salondry memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara terstruktur dan berbasis perhitungan biaya yang jelas. Selain itu, kegiatan ini juga membantu pemilik usaha memahami pentingnya pengendalian biaya operasional agar keuntungan usaha dapat lebih stabil.

Tidak hanya fokus pada analisis keuangan, tim mahasiswa juga memberikan beberapa rekomendasi strategi pengembangan usaha seperti memperkuat branding melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, menyediakan layanan antar jemput laundry, membuat sistem membership pelanggan, serta memaksimalkan target pasar mahasiswa dan penghuni kos di sekitar wilayah Makassar.

“Selama ini kami menentukan harga layanan hanya mengikuti harga laundry di sekitar. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai HPP dan BEP, kami jadi lebih memahami cara menghitung biaya usaha dengan benar dan menentukan target penjualan agar usaha tetap memperoleh keuntungan,” ujar pemilik UMKM Salondry.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sesi edukasi, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan UMKM Salondry di tengah persaingan usaha jasa laundry yang semakin kompetitif. Melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik, UMKM diharapkan mampu berkembang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed