Mahasiswa UC Makassar Dampingi UMKM Dapoer Mpo Yani Susun Strategi Usaha Berbasis BEP dan HPP

MAKASSAR — Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering mengeluhkan hal yang sama: “Jualan rame setiap hari, tapi kok pas hitung uang di akhir bulan rasanya kayak ada yang kurang ya?” Fenomena inilah yang mendorong sekelompok mahasiswa semester 4 Universitas Ciputra (UC) Makassar untuk turun langsung ke lapangan membantu salah satu unit usaha lokal, Dapoer Mpo Yani.
Aksi nyata ini dikemas dalam bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat yang sekaligus menjadi tugas akhir untuk mata kuliah Cost Accounting (Akuntansi Biaya). Bertemakan “Penyusunan Strategi Usaha Berbasis Analisis Break Even Point (BEP) dan Harga Pokok Produksi (HPP)”, yang dilaksanakan Jumat, 29 Mei 2026 lalu. Para mahasiswa mencoba mengurai benang kusut keuangan yang kerap dihadapi oleh usaha kuliner rumahan.
Dapoer Mpo Yani (IG: @dapoer.mpoyani), yang berlokasi di Jl. Tondongkura No.8, Makassar, terkenal dengan produk dimsumnya yang sangat enak, memiliki tekstur yang lembut, daging yang padat, serta cita rasa gurih yang pas di lidah. Tidak heran jika setiap harinya pesanan dimsum ini selalu mengalir.
Namun, di balik kelezatan dimsum yang memanjakan lidah pelanggan, sang pemilik ternyata masih menghadapi tantangan klasik UMKM berupa penjualan yang tidak mencapai target. Di sinilah tim mahasiswa UC Makassar hadir untuk memberikan edukasi dan pendampingan.
Langkah pertama yang dilakukan mahasiswa adalah membedah Harga Pokok Produksi (HPP). Secara sederhana, HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu porsi dimsum, mulai dari bahan baku utama seperti daging ayam, udang, kulit dimsum, saus sambal, sampai kemasan pembungkusnya.
Dengan mengetahui HPP yang akurat, Dapoer Mpo Yani kini bisa menentukan harga jual yang ideal untuk dimsum andalan mereka. Tidak kemahalan sampai ditinggal pelanggan, tapi juga tidak kemurahan sampai membuat mereka rugi.
Setelah menghitung HPP, mahasiswa mengajak Dapoer Mpo Yani untuk menghitung Break Even Point (BEP) atau yang akrab kita sebut dengan titik impas (balik modal).
Analisis BEP ini sangat krusial. Lewat perhitungan ini, pemilik usaha jadi tahu persis: harus menjual berapa porsi dimsum dalam sehari atau sebulan agar modal produksinya tertutupi? Jika penjualan berada di bawah angka BEP, artinya usaha tersebut merugi. Sebaliknya, jika berhasil menjual di atas angka BEP, barulah keuntungan bersih mulai masuk ke kantong.
Bukan sekadar menyodorkan angka-angka rumit di atas kertas, para mahasiswa semester 4 ini juga merumuskan strategi bisnis praktis yang bisa langsung diterapkan oleh Dapoer Mpo Yani, seperti target volume penjualan bulanan yang harus dikejar.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu akuntansi bisa menjadi penyelamat dan motor penggerak bagi UMKM lokal untuk naik kelas. Lewat kolaborasi ini, mahasiswa UC Makassar tidak hanya belajar teori akuntansi biaya, tetapi juga belajar mengasah empati dan kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar.
