Edukasi Strategi Pengembangan Usaha Kebab Turki Melalui Optimalisasi Biaya Produksi dan Peningkatan Profitabilitas

pengabdian masyarakat kebab

MAKASSAR — Pengendalian biaya produksi menjadi fondasi utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner untuk mempertebal margin keuntungan di tengah fluktuasi harga bahan baku. Berangkat dari tantangan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Jane Aurelia Gani bersama anggotanya Glady Hokyrus, Reynold Laurence Chandra, Adeline Savani Arianto, dan Farrell Aurelio Hamdani menggelar kegiatan edukasi serta pendampingan usaha di Kebab Turki Pongtiku, Makassar, pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan karena UMKM Kebab Turki Pongtiku sebenarnya memiliki potensi pasar yang sangat kuat dan penjualan yang stabil setiap bulannya. Namun, setelah dilakukan analisis mendalam terhadap arus kas usaha, tim menemukan bahwa porsi biaya variabel khususnya untuk pembelian bahan baku masih sangat mendominasi total pengeluaran. Kondisi ini menyebabkan keuntungan bersih yang diterima pemilik usaha belum optimal. 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Jane Aurelia Gani, menjelaskan bahwa efisiensi pada komponen biaya produksi adalah kunci utama jika UMKM ingin menaikkan laba bersih tanpa harus menaikkan harga jual secara drastis kepada konsumen. Oleh karena itu, edukasi yang diberikan berfokus pada langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan oleh pengelola usaha tanpa mengganggu kualitas rasa kebab yang dijual. 

Dalam proses pendampingan tersebut, tim merumuskan beberapa strategi utama untuk pengelola Kebab Turki Pongtiku. Langkah pertama adalah penerapan standardisasi takaran bahan baku (portion control) guna mencegah pemborosan porsi, yang dipadukan dengan skema kerja sama pembelian grosir bersama pemasok tetap untuk mengunci harga bahan baku. Langkah kedua yaitu mendorong promosi pada menu-menu terfavorit (best seller) serta menghadirkan pilihan menu tambahan (add-on) bermargin tinggi untuk meningkatkan nilai transaksi harian. 

Selain dari sisi produksi dan penjualan, tim juga membimbing pengelola untuk mulai menerapkan pencatatan finansial berbasis digital menggunakan aplikasi Point of Sale (POS). Hal ini bertujuan agar pemilik usaha dapat memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sekaligus memantau arus kas serta realisasi biaya produksi secara langsung dan akurat. 

Melalui rangkaian edukasi dan pendampingan ini, UMKM Kebab Turki Pongtiku diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing usaha serta memperbesar margin keuntungan secara berkelanjutan.