Apakah Marketplace dan E-Commerce Itu Sama? Ini Jawabannya

perbedaan marketplace dan ecommerce

Setiap harinya, ada begitu banyak transaksi yang online yang terjadi. Hampir semua orang kini sudah berbelanja secara online, baik itu beli baju, makanan, peralatan rumah, kebutuhan kuliah, sampai kosmetik. Kini kita bisa berbelanja hanya lewat smartphone dan barangnya akan diantar di rumah kita tanpa perlu keluar rumah. Buat kamu yang sering berbelanja online, kamu pasti nggak asing sama yang namanya marketplace dan e-commerce.  Banyak orang mengira marketplace dan e-commerce memiliki arti yang sama. Bahkan, masih banyak orang yang menyebut semua platform belanja online dengan sebutan e-commerce, padahal bisa jadi itu justru marketplace.

Jika kamu memiliki keinginan untuk menjalankan bisnis sendiri atau berkarir di dunia digital, sangat penting buat kamu bisa bedain mana yang namanya marketplace dan yang mana yang namanya e-commerce terlebih dahulu. Nah, kalau kamu masih bingung ngebedain, jangan khawatir. Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu nggak bingung lagi.

Marketplace, Tempat Berkumpulnya Para Penjual 

Kalau kamu ke pusat perbelanjaan, pasti akan melihat ada begitu banyak penjual, bukan? Dalam pusat perbelanjaan tersebut, terdapat berbagai penjual yang menjual barang-barang yang berbeda. Ada yang jual pakaian, ada juga yang jual smartphone, makanan, kosmetik, bahkan sampai perlengkapan rumah. Semua toko punya pemiliknya masing-masing, tetapi toko-toko tersebut berada dalam satu gedung yang sama. Nah, seperti itu marketplace. 

Marketplace itu platform yang mempertemukan berbagai penjual dengan pembeli dalam satu tempat. Platform itu hadir sebagai biar proses jual beli bisa dilakukan dengan mudah, sementara produk yang dijual itu bisa berasal dari berbagai toko yang berbeda-beda. Jadi, marketplace itu perantara antara pembeli dan penjual, tapi di dalamnya ada begitu banyak penjual. 

Makanya, kalau kamu mencari satu barang di marketplace, kamu akan melihat berbagai toko yang muncul menawarkan produk yang sama. Kehadiran marketplace sangat membantu kamu dalam membandingkan harga, ulasan, dan memilih toko yang paling cocok dengan keinginan kamu.

Bagi para penjual, marketplace menjadi tempat yang menarik buat mulai sebuah bisnis. Marketplace itu ngebantu banget buat para penjual, karena mereka nggak perlu lagi repot-repot buat website sendiri, karena semua sudah disediain di marketplace. Para penjual hanya perlu mengunggah produknya agar bisa dilihat dan dibeli oleh pelanggan.

Kalau E-Commerce, Berbeda Lagi 

Kalau misalnya marketplace itu seperti pusat perbelanjaan, kalau e-commerce itu seperti toko milik satu brand doang. Artinya, dalam e-commerce, website atau aplikasi itu hanya untuk menjual produk dari bisnis itu sendiri. Tampilannya, pelayanannya, sampai pengalaman pelanggannya itu dirancang langsung sama yang punya bisnis sesuai dengan karakter brand yang pengen mereka bangun. Jadi, e commerce itu dikelola oleh satu brand saja. 

Pada e-commerce, kalau kamu pengen membeli sesuatu, seperti pakaian dari merek tertentu, kamu tinggal bukan website resmi brand tersebut. Jika ada pakaian yang cocok dengan keinginanmu, kamu tinggal langsung membuat transaksi diweb tersebut. 

Nah, karena dikelola sendiri, pemilik bisnis jadi punya kebebasan buat ngatur desain websitenya, memberikan promo, membangun hubungan dengan pelanggan, sampai menciptakan pengalaman yang berbeda dengan para pesaingnya. 

Lalu, apa bedanya, sih? 

Meskipun keduanya dimanfaatkan untuk berjualan secara online, baik marketplace maupun e-commerce itu punya tujuan yang berbeda.

1. Siapa yang Menjual Produknya? 

Di marketplace, satu platform itu bisa diisi sama ribuan bahkan jutaan penjual. Sedangkan di e-commerce, seluruh produk yang ada itu berasal dari satu bisnis atau satu brand saja. Jadi singkatnya, kalau di marketplace itu isinya banyak brand, sedangkan kalau e-commerce itu hanya berfokus pada satu brand saja.

2. Siapa yang Mengelola Platformnya? 

Pada marketplace, yang mengelola adalah penyedia layanan yang nyedian tempat bagi para penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan jual beli. Kalau di e-commerce, langsung dikelola sama yang punya bisnis atau brand, seperti tampilan website, sistem pembayarannya, sampai strategi pemasarannya. Jadi, platform marketplace itu tidak dikelola oleh penjualnya, tapi dikelola sama yang punya platform atau yang menyediakan layanan, sedangkan kalau e-commerce, yang mengelola adalah brand itu sendiri.

3. Persaingan yang Dihadapi 

Kalau menjual produk di marketplace, produkmu akan muncul sama produk serupa dari toko lain. Akibatnya, terjadi persaingan harga dan promo yang lebih ketat. Nah, berbeda kalau di e-commerce. Karena di e-commerce pelanggan langsung mengunjungi sebuah website, maka yang mereka lihat hanyalah produk-produk dari brand tersebut, sehingga brand bebas menentukan harga dan promo sesuai dengan keinginannya.

4. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Marketplace itu membantu suatu bisnis buat bisa dapetin pelanggan baru dengan mudah. Sayangnya, di marketplace, sebuah bisnis akan sulit buat ngebangun identitas brandnya sendiri karena hampir semua toko punya tampilan yang tidak jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Sedangkan pada e-commerce, karena websitenya hanya milik satu bisnis atau brand saja, maka lebih mudah buat menonjolkan brand mereka. Cara komunikasi dengan pelanggan, tampilan websitenya atau bahkan pengalaman berbelanja dapat disesuaikan sama identitas brand yang ingin dibangun.

5. Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis? 

Jika kamu bertanya, mana yang lebih cocok, jawabannya tergantung dari kebutuhanmu. Kalau kamu pengen menjangkau pembeli sebanyak mungkin dalam waktu singkat, maka kamu bisa memilik marketplace. Tapi, jika kamu pengen bangun brand yang kuat, punya pelanggan yang loyal, sekaligus ngelola pengalaman berbelanja yang lebih eksklusif, e-commerce tentunya menjadi pilihan yang tepat. 

Namun saat ini, banyak bisnis yang nggak cuma gunakan salah satu platform saja. Kini, mereka bahkan menggunakan keduanya secara bersamaan. Mereka memanfaatkan marketplace buat memperluas jangkauan pasar dan juga menggunakan e-commerce buat memperkuat identitas brand dan menjaga hubungan jangka panjang dengan para pelanggan. Dengan menggabungkan kedua platform, sebuah bisnis tidak hanya menjadi lebih cepat terkenal dan jangkauannya lebih luas dengan bantuan marketplace, tetapi juga dapat memperkuat identitasnya sendiri dengan bantuan e-commerce.

Tertarik Mendalami Dunia Bisnis Digital? Digital Business Management UC Makassar Jawabannya!

Sekarang, kamu sudah bisa bedain, kan, apa bedanya marketplace dan e-commerce. Keduanya bukan lagi istilah yang sama, namun ketika keduanya digabungkan, sebuah bisnis akan berkembang lebih cepat dan dapat membangun citranya sendiri. Dengan memahami perbedaan antara marketplace dan e-commerce, kamu sudah memulai langkah awal yang penting, apalagi kalau kamu pengen ngebangun bisnis berbasis digital atau berkarier di industri yang terus berkembang ini. 

Buat kamu yang tertarik dan pengen belajar lebih dalam lagi tentang gimana strategi bisnis digital dijalankan, cara brand membangun e-commerce-nya sendiri, pemanfaaatan marketpace, penyusunan digital marketing, sampai ngembangin bisnis berbasis teknologi, maka Program Studi Digital Business Management Universitas Ciputra Makassar bakalan jadi pilihan yang tepat!

Di Digital Business Management, kamu nggak cuma belajar teori aja di kelas. Kamu bakalan diajak buat memahami gimana cara bisnis digital bekerja melalui berbagai jenis praktik, studi kasus, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Menarik, bukan? Makanya, Yuk daftarkan dirimu sekarang dan jadilah mahasiswa Digital Business Management di Universitas Ciputra Makassar dan persiapkan dirimu menjadi generasi yang siap menciptakan inovasi di dunia bisnis digital! Daftar sekarang di sini!