Yuk, Belajar Bareng Cara Membuat Portofolio Desain!

cara membuat portofolio desain

Bagi kamu yang tertarik dan suka dengan dunia desain, portofolio merupakan hal yang paling penting yang harus kamu miliki sejak awal. Portofolio bisa  diibarat sebagai “kartu nama visual” yang mana ini menunjukkan siapa kamu sebagai seorang desainer. Terdapat banyak siswa SMA yang berminat untuk masuk kuliah jurusan desain, tetapi masih bingung harus memulainya dari mana. Nggak perlu khawatir, karena sebenarnya dalam membuat sebuah portofolio desain itu bukanlah hal yang sulit seperti yang kamu bayangkan. Dengan menggunakan langkah yang tepat, kamu bisa membuat hasilnya terlihat profesional meski kamu terbilang masih pemula. Jika kamu ingin  berkembang di dunia kreatif, simak pembahasannya berikut ini.

Tutorial membuat Portofolio Desain

1. Tentukan tujuan dari portofoliomu

Sebelum kamu memulai untuk mengumpulkan karya, kamu harus tahu dulu tujuan kamu membuat portofolio ini. Ingin daftar kuliah desain? Magang? Atau hanya sekedar untuk personal branding saja? Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu dapat memilih karya yang paling relevan. Misalnya, jika kamu tertarik untuk masuk jurusan desain komunikasi visual, karya-karya seperti ilustrasi digital, poster, dan layout akan sangat relevan. Dengan menentukan tujuan kamu sejak awal, dapat membuat portofolio kamu jauh lebih terarah. Jika kamu ingin lebih serius dalam mengeksplor dunia kreatif, kuliah di UCM bisa membantu kamu dalam menemukan spesialisasi terbaikmu.

2. Memilih karya terbaik (quality over quantity)

Kesalahan yang biasanya dilakukan seorang pemula adalah memasukkan semua karya yang mereka miliki . Padahal, portofolio itu tidak membutuhkan banyak halaman, yang terpenting adalah isinya kuat. Lebih baik kamu memilih 8–12 karya yang menurutmu sangat mencerminkan kemampuanmu. Pastikan agar setiap karya buatanmu memiliki cerita, proses, serta hasil yang jelas. Jika kamu memiliki progress dari karya awal yang dimulai secara  sederhana hingga karya terbaru yang lebih matang, itu juga dapat menunjukkan perkembangan dari keahlianmu. 

3. Tujukkan proses, bukan sekedar hasil akhir

Seorang desainer yang  profesional selalu menunjukkan proses berpikir mereka, bukan sekedar final artwork. Kamu bisa menunjukkan sketsa, eksplorasi dari warna, konsep, hingga pada revisi. Ini dapat menunjukkan bahwa kamu adalah seorang yang kreatif dan memiliki cara kerja terstruktur. Proses dalam desain justru sering menjadi bagian yang  paling menarik untuk dilihat oleh seorang penguji, kampus, atau bahkan  calon klien. Nantinya, jika kamu belajar desain di UCM, kamu akan terbiasa untuk membuat project lengkap dengan sumber dan creative process yang sangat solid.

4. Buat layout portofolio yang bersih dan mudah dibaca

Portofolio harus memiliki desain yang rapi, konsisten, serta tidak membuat pembaca merasa bingung.Kamu harus menggunakan layout yang sederhana dengan ruang kosong yang cukup. Pastikan agar gambar memiliki kualitas yang tinggi dengan teks yang singkat tetapi jelas. Kamu dapat menggunakan aplikasi digital seperti Canva, Figma, atau bisa juga  Adobe InDesign. Jika kamu ingin portofolio digital, kamu bisa membuatnya dalam versi PDF ataupun versi website portofolio. Di UCM, kamu akan diajari dan dilatih untuk membuat portofolio yang profesional serta siap pakai untuk melamar kerja ataupun membangun karier kreatif.

5. Setiap karya setidaknya harus memiliki penjelasan singkat

Saat kamu mengisi portofolio, kamu tidak hanya sekedar menunjukkan gambar karyamu, tetapi karyamu juga harus memiliki cerita. Sertakan setidaknya sedikit penjelasan sederhana seperti tujuan dari desainmu, alat yang kamu gunakan, siapa target audiensmu, serta apa konsep visualnya. Penjelasan yang singkat tetapi bermakna akan menunjukkan skill analisismu. Ini tentu akan menjadi nilai tambah yang besar saat portofoliomu dinilai  

Saat mengisi portofolio, jangan hanya menampilkan gambar karya tanpa cerita. Sertakan sedikit penjelasan seperti tujuan desain, alat yang dipakai, target audiens, dan konsep visualnya. Penjelasan singkat tapi bermakna akan menunjukkan kemampuan analisis kamu. Ini jadi nilai tambah besar ketika portofolio kamu dinilai. 

6. Tunjukkan Gaya Visual yang Kamu Miliki!

Setiap desainer tentu memiliki ciri khasnya masing-masing. Oleh sebab itu kamu dapat mencoba untuk menampilkan gaya visual yang mencerminkan karakter kepribadianmu. Nantinya kamu dapat menunjukkan kepribadianmu seperti apakah kamu lebih menyukai desain minimalis, atau mungkin ilustrasi yang cute, atau mungkin kamu lebih menyukai tampilan yang bold serta futuristik.  Dengan menunjukkan personaliti melalui karya, ini dapat membuat portofolio yang kamu miliki lebih memorable.

7. Selalu Update Portofoliomu

Portofolio bukan sekedar sesuatu yang kamu buat sekali saja kemudian kamu tinggalkan. Secara rutin, kamu harus memperbaharui isinya sesuai dengan perkembangan skill yang kamu miliki serta project terbaru yang kamu kerjakan.  Semakin sering kamu mengupdate portofoliomu, maka semakin terlihat bahwa kamu sangat serius dalam dunia desain. Ke depannya, jika kamu menjadi mahasiswa di UCM, kamu akan memiliki banyak project nyata yang tentu saja bisa kamu masukkan ke dalam portofolio yang kamu miliki,mulai dari tugas di dalam kelas bahkan kolaborasi bersama UMKM ataupun komunitas.

So, Tunggu apa lagi? Yuk buat portofoliomu sekarang!

Untuk membuat portofolio desain yang profesional, sangat bisa kamu lakukan dari sekarang, bahkan meski kamu masih seorang siswa SMA.Yang terpenting adalah kamu mulai, dan terus melakukan evaluasi, serta meningkatkan skillmu. Dunia desain memiliki area yang sangat luas dan juga penuh peluang. Jika kamu merasa ini adalah duniamu, yuk mulai sekarang persiapkan dirimu. Dan jika kamu ingin untuk mengembangkan bakatmu lebih jauh dalam lingkungan kreatif yang suportif, join di Visual Communication Design  UCM bisa banget jadi langkah awal yang tepat untuk masa depanmu. Daftar sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed