Mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Makassar melaksanakan perancangan identitas visual (brand identity) untuk Desa Cilellang dan destinasi wisata Pulau Dutungan, yang mencakup logo, sistem visual, media promosi, signage, website, hingga merchandise dan souvenir berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa VCD Universitas Ciputra Makassar bernama Aksara Estetika, yang terdiri dari lima mahasiswa lintas peminatan desain grafis, ilustrasi, dan fotografi, yaitu Danny Fernandes Tri Pongbubun (Graphic Design), Chreysia Suryanto (Graphic Design), Jovany Margareth Depthios (Graphic Design), Vionary Surhianto (Photography/Digital Media), dan Yecilia Ong (Illustration), dengan pendampingan akademik dari kampus serta melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Proyek ini berlangsung selama 24 Februari hingga 12 Juni 2025, bertepatan dengan pelaksanaan semester genap perkuliahan. Selama semester ini berlangsung, penelitian dilakukan berkala seperti kunjungan langsung ke desa, melihat informasi desa melalui website resmi. Dengan demikian data yang didapatkan dapat diolah melalui pendekatan design thinking.
Perancangan identitas visual ini bertujuan diharapkan membangun citra Desa Cilellang sebagai destinasi wisata yang konsisten, kuat, dan representatif. Melalui pendekatan desain yang berangkat dari karakter lokal, budaya, serta kekayaan alam, identitas visual ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata bahari Pulau Dutungan sekaligus memperkuat daya tarik desa di tengah persaingan destinasi wisata. Selain itu, perancangan ini juga menjadi upaya untuk mendukung keberlanjutan UMKM lokal, khususnya salah satu warga pengrajin kayu, dengan menghadirkan sistem visual yang dapat diaplikasikan pada berbagai media promosi dan produk, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Proyek ini dilatarbelakangi oleh belum adanya identitas visual terpadu yang mampu merepresentasikan potensi Desa Cilellang secara menyeluruh. Oleh karena itu, proses penelitian dan observasi berlangsung guna memahami karakter desa, lingkungan, serta aktivitas masyarakatnya. Pendekatan yang digunakan mengacu pada metode Design Thinking dan teori Sense of Place sebagai dasar dalam merumuskan konsep visual yang kontekstual. Selanjutnya setelah data didapat, perancangan dimulai melalui tahapan ideasi, pembuatan prototipe, hingga uji coba (testing) yang dilakukan melalui survei responden di lokasi. Evaluasi hasil desain difokuskan pada berbagai aspek, seperti kejelasan simbol, tingkat keterbacaan, kecocokan warna, pemaknaan visual, daya ingat logo, serta tingkat kepuasan pengguna terhadap identitas visual yang dirancang.
Setelah semuanya selesai, Mahasiswa mempresentasikan hasil perancangan terhadap pemangku kepentingan Desa serta warga setempat lalu memberikan masukan melalui survey. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai logo dan identitas visual mudah dipahami, menarik, representatif, dan layak digunakan dalam jangka panjang, serta berpotensi menarik wisatawan dan diaplikasikan pada berbagai media promosi dan cinderamata.
Melalui proyek ini, mahasiswa VCD Universitas Ciputra Makassar tidak hanya menghasilkan karya desain, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pengembangan desa wisata berbasis kolaborasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ke depan, identitas visual Desa Cilellang dan Pulau Dutungan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui media digital dan keterlibatan aktif warga desa.


