Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar Rancang Identitas Visual Desa Wisata Bulu Cindea untuk Tingkatkan Daya Tarik Ekowisata

UC Makassar Rancang Identitas Visual Desa Wisata Bulu Cindea

PANGKEP – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melalui perancangan identitas visual bagi Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kegiatan yang dilaksanakan selama Februari hingga Juni 2024 ini bertujuan mendukung pengembangan desa wisata berbasis ekowisata mangrove sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi wisata Desa Bulu Cindea melalui identitas visual yang lebih kuat, konsisten, dan mudah dikenali.

Tim yang terdiri atas Frans Gunawan, Daniel Alfairgo Avielto, Gacia Grace Tamu’u, Dylon Stevanus Melven Dati, dan Joan Laurens melakukan observasi lapangan, wawancara dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta survei kepada target audiens untuk menggali potensi, karakteristik, dan kebutuhan Desa Bulu Cindea dalam membangun citra wisata yang lebih kompetitif.

Berdasarkan hasil penelitian, Desa Bulu Cindea memiliki beragam potensi wisata, mulai dari hutan mangrove dengan panorama matahari terbenam, kawasan pemancingan, produk UMKM seperti garam spa, abon ikan gamasi, dan bandeng tanpa tulang, hingga kekayaan budaya lokal seperti tradisi Mappacci. Namun, meskipun telah dikenal sebagai desa wisata, desa ini belum memiliki identitas visual yang mampu merepresentasikan karakter dan keunikannya secara konsisten kepada masyarakat luas.

Dalam proses perancangannya, tim menggunakan pendekatan Design Thinking yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Empathize, Reframing, Ideate, Prototype, dan Test. Melalui metode tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai permasalahan dan peluang yang dimiliki desa, kemudian merumuskan solusi berupa identitas visual yang mengangkat konsep “Ekowisata Mangrove” sebagai karakter utama Desa Bulu Cindea.

Konsep identitas visual kemudian diwujudkan dalam bentuk logo, logotype, elemen grafis, serta berbagai media pendukung promosi yang dirancang untuk mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan semangat masyarakat Desa Bulu Cindea. Pemilihan warna terinspirasi dari unsur-unsur alam desa, seperti hijau mangrove, biru laut, serta gradasi kuning dan merah yang menggambarkan panorama matahari terbenam di kawasan wisata mangrove.

Sebagai tahap akhir, hasil perancangan diuji kepada aparat desa dan masyarakat melalui sesi presentasi serta penyebaran kuesioner. Mayoritas peserta memberikan tanggapan positif terhadap identitas visual yang dirancang dan menilai konsep tersebut mampu merepresentasikan Desa Bulu Cindea sebagai destinasi ekowisata yang memiliki karakter khas serta lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu Desain Komunikasi Visual dalam proyek nyata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pengembangan potensi desa wisata melalui strategi branding yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat citra Desa Bulu Cindea, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed