Desainmu Sepi like? Bisa jadi Kamu Masih Melakukan 4 Kesalahan Desain Grafis yang Bikin Audiens Kabur!

Udah design bagus bagus. Nyari ide hampir 5 jam. Produksi desain makan tiga hari, gak tidur gak istirahat. Nyatanya pas launching, malah sepi like. Mikirnya wah desainnya udah bagus banget nih, pasti banyak yang suka. Nyatanya audiens melihat desain kamu terlalu ramai sampai mereka pusing mau nangkap informasi yang mana. Pada akhirnya mereka gak like bahkan kalau postingan kamu berbau promosi, mereka langsung skip dan gak tertarik untuk beli produk di design tersebut. Sedih dan frustasi udah pasti terjadi pada desainer grafis. Giliran desain simpel, gak banyak elemen eh malah banyak yang like dan traffic postingan langsung naik. Emang gini ya dunia desain grafis? Se-menyeramkan itu kah? Nyatanya desain yang bagus bukan dilihat dari seberapa rumit visual yang dibuat atau berapa lama proses pengerjaan tetapi dari kemudahan menangkap informasi. Audiens gak mau tahu berapa jam yang kamu habiskan hanya mendesain satu postingan atau berapa kali kamu melakukan revisi. Mereka hanya punya waktu sepersekian detik untuk bisa menilai apakah desain kamu menarik perhatian mereka atau tidak.
Kalau kamu desainer grafis yang relate sama masalah diatas, jangan skip dulu. Banyak desainer grafis baik pemula maupun profesional pernah berada di posisi yang sama. Mereka menghabiskan waktu banyak hanya membuat desain yang menurut mereka sempurna tanpa melihat dari sudut pandang audiens. Makanya Yuk simak artikel ini lebih dalam biar kamu bisa perbaiki lima kesalahan desain grafis yang sering kamu abaikan.
Inilah Empat Kesalahan Desainer Grafis yang sering diabaikan dan dibiarkan terjadi!
Kalau postingan desain kamu sepi like, jangan langsung salahkan kemampuan desain kamu dan berpikir bahwa desain kamu tidak kreatif tetapi mungkin ada beberapa kesalahan kecil yang tidak kamu sadari dan sering diabaikan. Berikut lima kesalahan desain grafis yang sering dilakukan tanpa sadar yang membuat desain kamu terlihat tidak menarik.
1. Pemilihan Warna yang berantakan
Warna itu menjadi identitas suatu brand, maka kalau salah pilih warna itu bisa jadi bencana besar untuk branding merek. Banyak desainer berpikir jika semakin banyak warna digunakan maka desain akan terlihat makin cantik, estetik dan menarik. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Pemilihan warna yang gak selaras bia membuat desain terlihat berantakan, sulit dibaca dan membingungkan audiens. Jatuhnya audiens pas lihat desain kamu tuh jadi gak nyaman dan akhirnya malah skip desain kamu. Contoh warna berantakan kayak gimana? Contohnya tuh kayak warna neon yang dipadukan sama banyak warna kontras, akhirnya membuat mata cepat lelah. Jadi usahakan membuat kombinasi warna yang tepat sehingga desain mampu menyampaikan pesan dengan efektif.
2. Menggunakan Font terlalu banyak
Kesalahan paling sering dilakukan desain grafis adalah menggunakan terlalu banyak jenis font karena mengira font banyak bisa menghasilkan gaya estetika yang berbeda. Desainer terutama pemula berpikir bahwa menggabungkan font bisa membuat desain terlihat lebih unik dan menarik. Padahal penggunaan desain dengan 10 jenis font berbeda membuat nggak nyaman dilihat audiens. Ditambah lagi kalau font yang dipakai yang terlalu berhias seperti tulisan indah. Hirearki visual bisa dirusak karena audiens tidak bisa membedakan mana judul utama, sub judul dan informasi pendukung.
3. Terlalu banyak elemen visual
Mungkin supaya keliatan ramai dan menarik, tapi ramai itu malah tidak disukai audiens lho. Desain yang terlalu ramai malah membuat audiens tidak bisa menangkap pesan utama. Misalnya ikon bintang model A ditambah lagi model B, semuanya dimasukkan sekaligus dengan harapan desain terlihat menarik atau kreatif. Nyatanya malah terlihat penuh, sesak dan sulit dipahami. Audiens jadi kebingungan menentukan fokus utama mereka karena terlalu banyak objek yang saling berebut perhatian.
4. Layout berantakan
Terlalu ramai juga bisa lho disebabkan dari cara kita mengatur dan menempatkan seluruh elemen desain seperti teks, gambar, ikon dan ruang kosong. Banyak desainer yang terlalu fokus pada elemen visual tanpa tahu cara mengatur tata letak. Akibatnya apa? Informasi jadi gak ternotice agar informasi penting tersebar di berbagai sudut tanpa arah yang kelas. Ingat pesan penting dari artikel ini : Kalau audiens gak bisa nangkap pesan kamu dalam 30 detik, berarti desainmu udah gagal. Karna jika mereka merasa kebingungan, dalam hitungan detik juga mereka akan kehilangan minat dan langsung melewati desain tersebut.
Tips Menjadi Desainer Grafis yang hebat
Menjadi desainer grafis yang hebat bukan hanya dilihat dari oh banyaknya elemen visual di desain kamu tetapi dilihat dari bagaimana cara berpikir, memahami audiens dan konsistensi dalam belajar. Berikut empat tips menjadi desainer grafis yang hebat.
1. Posisikan dirimu sebagai audiens
Tiap selesai desain satu slide, kamu coba deh merenung bagaimana jika kamu audiens yang sedang melihat desain ini. Siapakah yang akan melihat karya kamu? Apa yang mereka cari dalam desain? Dengan memahami target audiens, kamu bisa melihat apakah desainmu ini banyak peminatnya, apakah relevan dan menarik bagi mereka. Desainer yang hebat biasanya punya kepekaan visual yang tinggi yang muncul akibat dari hasil kebiasaan. Jadi perhatikanlah desain lain yang mana yang menarik dan yang mana justru kurang enak dilihat, jangan lupa posisikan dirimu sebagai audiens.
2. Jangan Takut bereksperimen
Jangan takut buat bereksperimen, di jaman sekarang kalau salah ada teknologi yang namanya undo. Jadi jangan takut bereksperimen karena selama ini banyak desainer pemula terlalu bermain aman atau sebaliknya malah terlalu liar sampai desainnya seperti kehilangan arah. Desainer hebat tahu kapan harus eksplorasi dan kapan harus menahan diri agar pesan tetap jelas dan mudah dipahami audiens.
3. Gunakan Warna yang tepat
Warna dapat diibaratkan seperti identitas diri dalam sebuah desain. Perannya sangat penting dalam membangun dan menjaga citra merek suatu perusahaan. Bahkan sebelum seseorang membaca teks atau memahami pesan yang disampaikan, mata mereka terlebih dahulu menangkap warna yang digunakan. Jika kombinasi warna terasa tidak nyaman atau membingungkan, audiens bisa langsung kehilangan ketertarikan, meskipun isi pesan yang disampaikan sebenarnya sudah bagus.
4. Gunakan teknologi desain yang beragam
Sebagai desainer grafis yang hebat, jangan malas untuk upgrade skill kamu. Belajar banyak teknologi dan tools desain seperti Adobe photoshop dan Illustrator. Belajar membantu kamu menciptakan desain yang lebih profesional dan menarik. Ilmu harus dicari, bukan dibiarkan saja. Semakin banyak aplikasi yang kamu bisa gunakan, semakin mahal juga bayaran kamu dan nilai desain kamu semakin tinggi.
Jadi Desainer Grafis hebat Bersama UC Makassar!
Bingung ga sih mau belajar desain grafis mulai dari mana? Ibarat kata nih, kalau ga bertanya ya sesat di jalan. Nah biar kamu gak salah langkah,kamu perlu tau nih kalau di universitas ciputra makassar terdapat tiga spesialisasi pada jurusan Desain Komunikasi Visual yaitu Graphic Design, Digital Illustration dan Digital Media Design. Digital Illustration merupakan salah satu spesialisasi dari program studi desain komunikasi visual di UC Makassar yang menjadi spesialisasi favorit anak desain nih. Dibimbing oleh dosen profesional yang berpengalaman melalui teori dan praktek, membantu kamu mewujudkan impian kamu menjadi komikus muda.
Gimana-Gimana? Tertarik ga nih buat belajar desain karakter keren di Universitas Ciputra Makassar? Yuk, Jangan cuma jadi penonton! Saatnya kamu wujudkan Masa depan gemilang mu bersama dengan dosen profesional. Yuk, Daftar UC Makassar dan jadilah bagian hebat dari generasi emas 2045!
