
Istilah IPS dan IPK sendiri tentunya sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa. Bagi kamu yang belum tahu, IPS (Indeks Prestasi Semester) merupakan hasil pencapaian kamu di tiap semester, sedangkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) merupakan angka yang menunjukkan hasil akademik kamu secara kumulatif dari semester pertama sampai dengan semester terakhir.
Memiliki IPS yang baik akan berdampak pada nilai IPK yang bagus pula. Sehingga untuk mendapatkan IPK yang bagus, mahasiswa harus mempertahankan prestasi yang baik di tiap semesternya.
Namun di era modernisasi yang kian cepat nan canggih ini, apakah memiliki IPS dan IPK yang baik masih relevan untuk menggambarkan kemampuan dan potensi dari mahasiswa?
Tentunya IPK dan IPS yang tinggi merupakan sebuah indikator yang menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki kehidupan akademis yang disiplin dan berkomitmen dengan pendidikan yang ditempuh. Namun, IPK dan IPS yang tinggi tidak dapat mencerminkan kemampuan mahasiswa 100%.
Selain memiliki nilai yang baik, para generasi muda utamanya mahasiswa di masa kini dituntut untuk memiliki pengalaman lebih pada keterampilan-keterampilan lainnya sehingga banyak mahasiswa saat ini telah mencari berbagai pengalaman diluar perkuliahan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki.
Dengan mengikuti berbagai aktivitas diluar perkuliahan, terdapat 2 hal yang mahasiswa dapatkan
1.Keterampilan Interpersonal
Keterampilan Interpersonal ini dapat diasah dari berbagai aktivitas diluar perkuliahan seperti organisasi maupun magang. Pada organisasi, mahasiswa akan melatih skill leadership, komunikasi dan negosiasi dengan orang lain. Dalam situasi seperti ini, mahasiswa akan melatih kemampuan interpersonal yang mereka butuhkan dan berlatih untuk lebih fleksibel dengan situasi yang ada.
2. Pengalaman Praktis
Pengalaman-pengalaman ini dapat diperoleh mahasiswa dari berbagai aktivitas diluar perkuliahan seperti program magang maupun volunteer. Dengan mengikuti berbagai macam kegiatan yang dapat mengasah skill dan kemampuan yang dimiliki, banyak mahasiswa jaman sekarang yang telah memiliki kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dunia kerja yang akan dimasuki mahasiswa setelah perkuliahan kini kian lebih kompleks, dimana IPK & IPS tidak menjadi indikator utama pengukur tingkat kesuksesan utama namun pengalaman di dunia nyata juga kini menjadi salah satu kriteria yang banyak dipertimbangkan saat proses perekrutan.
Memiliki IPK dan IPS yang baik tentunya menunjukkan dedikasi dan kedisiplinan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan. Namun hal itu kini tidak cukup.
Rekruter di dunia kerja mulai menyadari bahwa IPK tidak selalu mencerminkan kesiapan kerja. Memilki kemampuan praktis sangat diperlukan di dunia kerja sehingga tak jarang rekruter akan memilih kandidat yang juga aktif berpartisipasi pada pengalaman magang maupun organisasi.
Sehingga untuk menjawab pertanyaan apakah IPK dan IPS yang baik lebih penting saat ini dibandingkan pengalaman praktis, mahasiswa jaman sekarang harus mampu menyeimbangkan kehidupan akademik dan non akademik yang dimiliki.
