Mengenal Apa itu Algoritma, Mulai dari Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh, hingga Tips Belajarnya

apa itu algoritma

Pernah dengar kata algoritma di sekolah atau hanya sekedar mendengarnya dari orang lain? Tapi tidak tau apa arti dan maksud dari kata algoritma tersebut? Tenang aja, artikel ini akan membahas tuntas mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, hingga tips belajar Algoritma.

Apa itu Algoritma

Pengertian Algoritma dibagi menjadi dua, yakni pengertian menurut para ahli dan pengertian secara bahasa. Menurut para ahli seperti Donald Ervin Knuth dan Abu Ja’far Ibnu Musa Al-Khwarizmi, Algoritma adalah serangkaian aturan atau cara khusus yang mampu memberikan jejeran operasi agar mampu menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sedangkan menurut bahasa, Algoritma adalah serangkaian langkah atau prosedur logis yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah secara sistematis. Fakta menariknya, kata algoritma berasal dari serapan kata “Algoritmi”, yang merupakan latinisasi nama matematikawan Persia terkemuka, Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi, cukup menarik bukan?

Singkatnya Algoritma adalah serangkaian tahap atau langkah atau prosedur logis yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Jika kamu pernah belajar bahasa teks prosedur di mata pelajaran bahasa Indonesia, maka itu sama saja kamu sudah mempelajari dasar algoritma. 

Ciri-Ciri Algoritma

1. Input (Masukan)

Algoritma harus memiliki data input atau masukan ke dalam suatu program. Masukan adalah besaran nilai yang diberikan kepada program sebelum memulai prosesnya. Misal saat ingin menjalankan program penjumlahan, pengguna harus memasukkan nilai pertama dan nilai kedua agar bisa dijumlahkan

2. Output (Keluaran)

Jika ada data input maka harus ada data output yang dihasilkan dari suatu algoritma. Misal, pengguna mencari hasil penjumlahan dari dua bilangan, maka program harus mengeluarkan hasil kedua penjumlahan tersebut berdasarkan algoritma yang telah disusun.

3. Definiteness (Kepastian/Jelas)

Algoritma harus memiliki urutan atau instruksi yang jelas, detail, tidak ambigu, dan terstruktur. 

4. Efektif dan Efisien

Setiap langkah algoritma harus efektif yang artinya setiap langkah dalam algoritma harus disusun secara logis, sesederhana mungkin, serta memiliki tujuan yang jelas, sehingga solusi dapat diselesaikan dengan waktu yang relatif efisien dan tidak memakan terlalu banyak memori.

5. Finiteness (Keterbatasan)

Algoritma harus memiliki titik henti.Artinya, setelah melakukan sejumlah langkah, algoritma tersebut harus berhenti dan memberikan hasil akhir. Algoritma yang tidak pernah berhenti (looping selamanya) disebut sebagai algoritma yang gagal, karena tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada.

Contoh Algoritma dalam Pemrograman

Setelah memahami analoginya, mari lanjut memahami algoritma pemrograman yang sebenarnya. Dalam pemrograman, sebelum menulis kode, programmer biasanya membuat flowchart terlebih dahulu. Flowchart ialah semacam diagram alur yang menggambarkan logika program secara visual. 

Kenapa sih sebelum mulai membuat program perlu flowchart? Hal ini bertujuan agar alurnya jelas dari awal hingga akhir sebelum diterjemahkan ke bahasa komputer. Dengan begitu jika kedepannya terjadi kesalahpahaman logika pada pemrograman, programmer akan tau dimana sumber kesalahan tersebut berada.

1. Algoritma Menghitung Luas Persegi Panjang

apa itu algoritma

Berdasarkan flowchart di atas, dapat diketahui bahwa algoritmanya dimulai dengan pengguna melakukan input nilai lebar, lalu nilai panjang dari sebuah persegi panjang. Setelah itu lanjut ke proses menghitung luas dengan mengalikan lebar dan panjang yang telah diinput sebelumnya. Setelah melakukan proses perkalian, program akan menampilkan hasil ke pengguna, lalu program selesai.

2. Algoritma Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

apa itu algoritma

Algoritma dimulai dengan pengguna memasukkan bilangan bulat. Selanjutnya, bilangan bulat tersebut dibagi 2 dengan operasi sisa bagi. Jika sisa bagi dari operasi kedua bilangan tersebut ialah angka selain 0, maka bilangan tersebut adalah ganjil. Namun jika tidak ternyata hasil baginya adalah 0, maka bilangan tersebut adalah genap. Setelah itu, program akan selesai.

3. Algoritma Menentukan Kelulusan Mahasiswa

apa itu algoritma

Sama seperti contoh-contoh sebelumnya, pengguna akan memasukkan data nama dan nilai mahasiswa. Program akan mengecek apakah nilai memiliki angka di atas 70 atau di bawah 70. Jika nilai di atas 70, maka keterangannya akan lulus, tapi jika tidak, maka keterangannya akan Tidak Lulus. Setelah menjalankan operasi, maka program akan menampilkan Nama, Nilai, dan Keterangan dari siswa.

Buat kamu yang bingung antara algoritma dan flowchart, singkatnya algoritma dan flowchart sama saja, yang membedakan  hanya dari bentuknya. Jika algoritma adalah serangkaian instruksi yang menjelaskan langkah-langkah untuk menyelesaikan sebuah solusi, maka flowchart adalah representasi grafis dari algoritma tersebut.

Tips Belajar Algoritma untuk Pemula

Belajar algoritma memang terlihat menantang, tapi bukan berarti sulit. Berikut adalah beberapa tips agar kamu cepat mahir:

1. Pahami logika, Bukan Menghafal

Ini penting banget! Kamu tidak bisa menghafal semua baris kode yang bisa sampai puluhan ribu dalam satu projek, belum lagi jika harus menghafal tiap kode dari berbagai bahasa program yang lain. Bahkan seorang expert di bidang IT pun, tidak mampu menghafalnya. Tips terbaik ialah ahami alur logika dibalik kode yang kamu tulis. Jika bisa, lakukan refleksi diri dan tanyakan pada diri sendiri “kenapa menulis potongan kode ini?”

2. Gunakan Flowchart dan Pseudocode

Seperti telah disebutkan sebelumnya, sebelum menulis kode pemrograman, buat flowchart atau menuliskan dalam bahasa manusia untuk menggambarkan logikamu, ini akan sangat membantumu saat menulis kode setelahnya.

3. Latihan dengan Kasus Sederhana

Cobalah membuat algoritma untuk hal-hal sepele, seperti algoritma mengirim pesan WhatsApp, algoritma ganti ban bocor, atau algoritma memesan makanan ojek online.

4. Jangan Takut Salah

Dalam dunia algoritma, kesalahan (bug) adalah hal biasa. Menemukan di mana letak kesalahan langkahmu justru akan mengasah kemampuan logikamu lebih tajam.

5. Konsisten Berlatih

Manfaatkan platform belajar seperti LeetCode, HackerRank, CodeDex, atau Codewars untuk melatih logika penyelesaian masalahmu setiap hari.

6. Pilih Lingkungan Akademik yang Tepat

Belajar otodidak itu bagus, tapi memiliki mentor dan lingkungan yang kompetitif akan mempercepat progresmu. Memilih kampus dengan kurikulum teknologi yang up-to-date adalah investasi terbaik untuk karier masa depanmu.

Ingin Mahir Algoritma? Yuk Bergabung dengan Informatika UC Makassar!

Memahami algoritma bukan hanya soal menghafal kode, tapi soal mengasah pola pikir solutif. Di Jurusan Informatika Universitas Ciputra (UC) Makassar, kami tidak hanya mengajarkanmu cara menulis program, tapi bagaimana membangun logika yang kuat melalui pendekatan Entrepreneurship.

Mengapa Kuliah Informatika di UC Makassar?

  1. Kurikulum Berbasis Industri: Materi pembelajaran yang selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, mulai dari Artificial Intelligence, Data Science, hingga Mobile Development.
  2. Pembelajaran Praktis (Project-Based Learning): Kamu akan langsung terjun menangani proyek nyata, sehingga penerapan algoritma tidak lagi sekadar teori di atas kertas.
  3. Ekosistem Entrepreneur: Di sini, kamu diajarkan untuk mengubah baris kode algoritma menjadi solusi bisnis yang bernilai tinggi.
  4. Fasilitas Modern: Dukungan lab komputer canggih dan lingkungan kampus yang nyaman untuk berkolaborasi dan berinovasi.

Jangan hanya menjadi penonton di era digital. Jadilah arsitek di balik teknologi masa depan dengan bergabung bersama keluarga besar Informatika UC Makassar. Daftar sekarang di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed