UC Makassar Gelar Seminar Bela Negara dan Anti Narkoba: Bentuk Karakter dan Lindungi Generasi Muda

Seminar Bela Negara dan Anti Narkoba

Universitas Ciputra Makassar menyelenggarakan dua rangkaian seminar bertema pembentukan karakter dan perlindungan generasi muda pada 29 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari bidang pertahanan dan kesehatan yang memberikan langkah konkret bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya cinta tanah air sekaligus menjaga diri dari ancaman narkotika.

Seminar dimulai dengan materi Bela Negara yang dibawakan oleh Kapten Nav Aziezil Sonia Krispratama, S.T.Han. Dalam penyampaiannya, Kapten Aziezil menegaskan bahwa bela negara bukan sekadar aktivitas militer, tetapi kesadaran untuk berkontribusi bagi bangsa melalui tindakan sehari-hari. “Bela negara dimulai dari kedisiplinan kecil—datang tepat waktu, menghargai sesama, menjaga integritas. Nilai-nilai sederhana ini yang akan membentuk Indonesia yang kuat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. “Kalian adalah penopang Republik ini. Masa depan Indonesia ada di tangan mahasiswa yang berpikir kritis, beretika, dan siap berbakti,” tegasnya di hadapan peserta.

Sesi kemudian berlanjut dengan Seminar Bahaya Narkoba yang menghadirkan dua pembicara: dr. Budi Sutiono dan Heru Arfianta, S.Sos. Dalam pemaparannya, dr. Budi menyoroti efek medis yang merusak dari narkotika. “Tidak ada yang namanya narkoba aman. Satu kali coba bisa merusak sistem saraf, menyerang organ penting, dan mengubah cara otak bekerja. Ini bukan ancaman sepele, ini nyata,” jelasnya. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa pencegahan jauh lebih mudah daripada pemulihan.

Seminar Bela Negara dan Anti Narkoba

Sementara itu, Heru Arfianta memberikan sudut pandang sosial dan hukum terkait penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan bahwa narkoba tidak hanya menghancurkan kesehatan, tetapi juga masa depan penggunanya. “Yang rusak bukan hanya tubuh, tetapi hubungan keluarga, kepercayaan diri, reputasi, bahkan peluang kerja. Satu keputusan salah bisa mengubah seluruh hidup seseorang,” ungkapnya. Heru juga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif serta keberanian menolak ajakan yang tidak sehat. “Pencegahan paling efektif adalah mengatakan tidak, bahkan ketika tekanan datang dari teman sendiri,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membuka peluang mahasiswa untuk memahami isu bela negara dan bahaya narkoba secara lebih mendalam. Melalui penyelenggaraan dua seminar ini, Universitas Ciputra Makassar menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan terbebas dari ancaman narkoba. Dengan pemahaman yang kuat mengenai peran mereka sebagai warga negara serta risiko yang dapat menghambat masa depan, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang siap menjaga diri, masyarakat, dan bangsanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed