
5 Alasan yang menyebabkan Mahasiswa bisa di Drop Out (D.O)
- Masalah Terkait Kriminalitas
Hal ini biasanya diterapkan hampir di semua Universitas di Indonesia. Salah satu peraturan drop out mahasiswa yang paling terkenal adalah tidak bermasalah dengan hukum, karena hal itu akan membawa nama buruk bagi almamater Universitas mahasiswa tersebut.
- Tidak Melakukan Pembayaran Uang Kuliah
Permasalahan biaya merupakan salah satu masalah yang paling umum dihadapi, terutama berkaitan dengan peraturan drop out mahasiswa. Uang kuliah memang seringkali menjadi masalah utama, khususnya bagi para orangtua. Tetapi beberapa universitas sudah menetapkan batasan waktu yang cukup wajar untuk melakukan pembayaran uang kuliah.
- Jangka Waktu Pendidikan Telah Melebihi Batas
Biasanya, Mahasiswa yang menempuh pendidikan S1 akan menjalani pendidikan selama 4 tahun. Namun, bila terus mengulang mata kuliah atau tidak menyelesaikan program skripsi, Maka biasanya universitas memberi batas maksimal 14 semester untuk mahasiswanya menyelesaikan pendidikan S1. Apabila melebihi batas, dapat dipastikan seorang mahasiswa bisa di drop out.
- IPK Terus Menerus Minim
Jika nilai pada saat kuliah kurang mencukupi, dan hal tersebut akan berpengaruh pada evaluasi mahasiswa begitupun jumlah SKS yang dapat diambil. Pada akhirnya, mahasiswa semakin dekat dengan title drop out bila tidak segera meningkatkan IPK.
- Berbuat Curang, Misalnya Plagiarisme
Beberapa Universitas menjunjung tinggi kejujuran mahasiswa maupun dosen. Walaupun tidak ada karya yang 100% orisinil, termasuk skripsi, usahakan menggunakan ide yang sebagian besar muncul dari kepala untuk semua karya yang dihasilkan.
