Jennifer Syalom: Mahasiswa VCD UC Makassar yang Berhasil Lulus Di Tengah Kesibukannya yang Padat

Memilih jurusan kuliah sering kali menjadi keputusan besar yang menentukan perjalanan seseorang ke depan. Hal tersebut juga dirasakan oleh Jennifer Syalom, mahasiswa Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Makassar yang berhasil menyelesaikan masa studinya setelah melalui berbagai pengalaman, tantangan, hingga bekerja sambil menyelesaikan skripsi.

Perjalanannya di UC Makassar tidak hanya tentang belajar desain dan menyelesaikan tugas kuliah. Lebih dari itu, pengalaman selama menjadi mahasiswa membawanya keluar dari zona nyaman, mengenal berbagai orang, mencoba banyak hal baru, hingga belajar untuk tetap melangkah meskipun berada di tengah berbagai kesulitan.

Memilih VCD UC Makassar Setelah Banyak Melakukan Riset

Sebelum menjadi mahasiswa, Jennifer Syalom atau yang bisa dipanggil Jen ini  cukup banyak melakukan riset untuk menemukan jurusan yang sesuai dengan passion dan minatnya. Dari berbagai pilihan yang ada, ia akhirnya mengenal Visual Communication Design (VCD) di UC Makassar. Fasilitas, lingkungan kampus, serta lokasi yang strategis menjadi beberapa hal yang membuatnya tertarik memilih UC Makassar.

Namun, ada satu hal sederhana yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Sunset setelah pulang dari kampus. Bagi Jen, pemandangan tersebut menjadi hiburan kecil setelah melewati hari yang panjang di kampus. Hal sederhana itu justru menjadi salah satu kenangan yang membuat perjalanan kuliahnya terasa semakin berkesan.

Dari Pribadi Introvert hingga Berani Memimpin UKM

Ketika pertama kali memasuki dunia perkuliahan, Jen mengaku dirinya cukup introvert. Ia juga belum memiliki banyak pengalaman dalam organisasi, selain mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ketika masih duduk di bangku SMA.

Namun, lingkungan di UC Makassar perlahan membuatnya berani mencoba berbagai hal baru.

Dukungan dari lingkungan kampus memberinya kesempatan untuk mengenal lebih banyak orang. Dari yang awalnya hanya memiliki beberapa teman, Jen mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti kepanitiaan dan event. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke sebuah pencapaian yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya: dipercaya menjadi ketua UKM.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliah tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Terkadang, kesempatan yang datang justru membawa seseorang menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak pernah disadari.

Belajar Bahwa VCD Bukan Sekadar Menggambar dan Desain

Sebagai mahasiswa VCD, Jen awalnya memiliki gambaran bahwa dunia perkuliahan akan banyak berkaitan dengan visual dan desain. Salah satu tantangan yang cukup terasa baginya adalah menggambar.

Jen menyadari bahwa dirinya tidak terlalu mahir dalam menggambar realistis. Beberapa tugas bahkan terasa cukup sulit untuk diselesaikan. Namun, dukungan dari dosen dan teman-temannya membuat Jen terus mencoba.

Dari pengalaman tersebut, ia mulai memahami bahwa proses belajar bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang menguasai sebuah kemampuan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana seseorang dapat menikmati proses dan terus berkembang di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, pemahamannya terhadap VCD pun semakin luas. VCD ternyata bukan hanya tentang menggambar atau membuat desain. Di dalamnya terdapat proses berpikir, mencari solusi, memahami masalah, hingga menciptakan karya yang memiliki fungsi dan tujuan.

Menemukan Passion Baru dalam Dunia Visual

Pada awalnya, Jen memilih spesialisasi Photo & Videography. Namun, perjalanan kuliah justru membawanya menemukan ketertarikan lain dalam bidang ilustrasi dan desain grafis. Ia mulai menikmati berbagai aktivitas yang berhubungan dengan visual.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mengerjakan project rebranding UMKM dan project desa wisata.

Melalui project tersebut, Jen tidak hanya mengerjakan tugas dari balik meja. Ia mendapatkan kesempatan untuk turun langsung ke lapangan dan melihat bagaimana hasil pekerjaannya dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kuliahnya.

Ia mulai memahami bahwa kuliah bukan sekadar tentang tugas dan nilai. Ada banyak kemampuan lain yang perlu dipelajari, seperti manajemen waktu, berkomunikasi dengan klien, menerima kritik, mendengarkan pendapat orang lain, hingga menyatukan berbagai perspektif dalam sebuah project.

Menjalani Dua Pekerjaan Sambil Menyelesaikan Skripsi

Namun, perjalanan menuju kelulusan tidak selalu berjalan mudah. Di satu fase, berbagai tanggung jawab datang hampir bersamaan. Jen bekerja full-time di dua tempat, yaitu di bidang F&B dan sebagai social media. Di sisi lain, ia masih mengambil pekerjaan freelance, menjalani magang wirausaha, sekaligus menyelesaikan skripsi.

Baginya, fase tersebut menjadi salah satu periode paling berat selama menjalani kuliah.

Ia sempat merasa bingung harus memulai dari mana. Skripsinya pun menghadapi berbagai kendala, termasuk kesulitan ketika harus turun ke lapangan. Bahkan, ketika sudah mendekati seminar hasil, Jen sempat mengalami kondisi yang membuatnya harus beristirahat cukup lama.

Tantangan terbesar bukan hanya banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi bagaimana ia membagi waktu untuk mengerjakan skripsi.

Ketika teman-temannya bisa berkumpul dan mengerjakan skripsi bersama, Jen sering kali harus mengerjakan skripsinya di tempat kerja. Bahkan, ia pernah mengerjakan skripsi di bawah kasir. Ada momen ketika semua terasa begitu berat hingga ia sempat menangis.

Satu Langkah Kecil yang Membawanya Sampai Lulus

Di tengah masa sulit tersebut, Jen akhirnya menemukan satu prinsip yang terus ia pegang hingga sekarang: Jangan berhenti melangkah, sekecil apa pun langkahnya.

Jika dalam satu hari ia hanya sanggup membuka laptop dan menulis satu judul bab, maka itu tetap dianggap sebagai sebuah kemajuan. Tidak harus langsung menyelesaikan semuanya. Tidak harus selalu berjalan cepat. Yang terpenting adalah tetap bergerak.

Sedikit demi sedikit, satu langkah kemudian disusul langkah berikutnya. Hingga akhirnya, berbagai pekerjaan, skripsi, dan tanggung jawab yang sebelumnya terasa begitu berat dapat diselesaikan.

Perjalanan tersebut juga tidak dilaluinya sendirian. Dukungan dari teman-teman kampus, dosen, rekan kerja, hingga atasan di tempatnya bekerja menjadi bagian penting yang membantunya bertahan.

Mereka tetap menanyakan perkembangan skripsinya, memberikan bantuan, dan membuat Jen merasa bahwa ia tidak sendirian dalam melewati masa sulit tersebut.

Setelah melalui perjalanan panjang tersebut, akhirnya Jen berhasil menyelesaikan masa kuliahnya.

Jika diberi kesempatan untuk kembali berbicara dengan dirinya yang masih berada di semester pertama, Jen hanya ingin menyampaikan satu pesan sederhana:

“Jen, akhirnya kamu berhasil. Kamu sudah bertahan sejauh ini. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Dan akhirnya kamu bisa mewujudkan mimpi dan membanggakan mama dan papamu.”

Kalimat tersebut menjadi gambaran dari seluruh perjalanan yang telah dilaluinya.

Setiap Langkah Kecil Membawa ke Pencapaian Besar

Perjalanan Jen selama menjadi mahasiswa VCD di UC Makassar membuktikan bahwa proses perkuliahan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang keberanian mencoba, belajar dari kegagalan, membangun relasi, dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan. Bahkan ketika harus membagi waktu antara pekerjaan, freelance, dan skripsi, ia tetap memilih untuk melangkah sedikit demi sedikit hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studinya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Yang terpenting bukan seberapa cepat mencapai tujuan, tetapi bagaimana terus berproses dan tidak berhenti ketika menghadapi kesulitan.

Ingin memulai perjalananmu sendiri dan mengembangkan potensi bersama lingkungan yang suportif? Saatnya menjadi bagian dari Universitas Ciputra Makassar. Temukan program studi yang sesuai dengan minatmu, kembangkan skill, perluas pengalaman, dan persiapkan dirimu untuk menghadapi dunia profesional.

Daftar sekarang dan mulai langkah pertamamu bersama UC Makassar!

WhatsApp