Perkembangan dunia digital di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat. Ada banyak model bisnis digital yang semula tidak ada, kini menimbulkan berbagai peluang yang menarik. Nah, terdapat berbagai contoh bisnis digital, tapi dalam artikel berikut adalah klasifikasi bisnis digital yang sedang naik daun dan menguntungkan.

Advertising

Advertising adalah bisnis yang menggiurkan. Anda akan membantu para pelaku usaha atau perusahaan untuk menaikkan nama sekaligus mempromosikan produk yang dimiliki. Keuntungan yang didapat dari pemilik jasa iklan ini adalah dengan bayaran dari promosi barang tadi.

Dulu, iklan identik dengan iklan tv, koran, atau radio. Namun karena berkembangnya dunia digital, tumbuhnya media sosial, melakukan iklan jadi lebih mudah lagi. Misalkan seperti Facebook Ads, Instagram Ads, atau Twitter Ads. Media sosial menawarkan kemudahan dan menjangkau audience yang lebih luas. .

Marketplace

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan Shopee, Tokopedia, atau Lazada ‘kan? Mereka adalah contoh bisnis digital menguntungkan yang masuk dalam klasifikasi marketplace. Marketplace adalah pihak ketiga yang menyediakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, tanpa harus bertatap muka alias daring.

Marketplace kian diminati selain karena tanpa harus keluar rumah bisa belanja, barang yang ditawarkan pun seolah tidak terbatas, juga membuka kesempatan baru bagi orang yang ingin berbisnis tanpa modal, sebut saja jadi reseller atau dropship. Keuntungan marketplace datang dari berbagai pintu, seperti biaya layanan aplikasi hingga iklan.

Infomediary

Jenis bisnis digital yang belum banyak digeluti oleh orang lain adalah menjadi infomediary. Infomediary adalah jasa mengumpulkan informasi dan data mengenai seseorang atau sebuah perusahaan, baik untuk pembeli atau penjual. Infomediary bisa memberikan informasi mengenai pemasok barang, data konsumen, hingga yang paling pribadi seperti kebiasaan dan nama konsumen.

Apa fungsi dari data-data tersebut? Bagi penjual tentu saja sebagai senjata untuk marketing, mereka butuh informasi mengenai target pasar mereka dan mengenai bahan baku, gunanya untuk mendapatkan harga bersaing. Masih jarang yang melirik bisnis tersebut, pun pekerjaannya berfokus pada mencari informasi dan data saja.

Merchant

Merchant sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi kini termasuk dalam model bisnis digital karena memanfaatkan digital sebagai marketingnya. Merchant adalah seseorang yang menjual produk baik berupa jasa atau barang yang memiliki sebuah toko fisik.

Selain menggunakan digital sebagai salah satu teknik marketing-nya, yang membedakan merchant dengan toko biasa adalah mereka menyediakan pembayaran menggunakan e-wallet atau e-money sehingga orang-orang merasa lebih dimudahkan dan cashless. Merchant tidak hanya menyediakan toko luring, tapi juga tersedia di marketplace sampai memiliki web khusus penjualan tersendiri.

Affiliate

Tidak kalah menggiurkan dari bisnis digital yang sebelumnya, yaitu affilliate. Affilliate atau afiliasi adalah teknik marketing yang memanfaatkan individu atau perusahaan dalam mempromosikan barang atau jasa. Nantinya, keuntungan akan didapat dari keberhasilan meningkatkan penjualan dari barang atau jasa yang dipromosikan.

Untuk menjadi seorang affilliate, Anda harus mempunyai kemampuan berbicara yang baik, selain itu juga bisa membujuk orang untuk mau membeli atau mengikuti Anda dengan suka rela. Meski tampak sederhana, tidak semua orang bisa jadi affilliate yang menarik. Contoh dari afiliasi adalah influencer, blogger, dan konten kreator yang memanfaatkan media sosial, YouTube, dan blog.

Itulah klasifikasi model bisnis digital yang digolongkan menjadi 5 hal. Kini, dengan adanya dunia digital, segalanya jadi lebih dimudahkan dan cepat. Namun perlu diingat untuk mau terus belajar dan berkembang karena sejatinya dunia digital sangat cepat berubah dan fleksibel.

Artikel lain
×