Selama berkuliah di Kampus Ciputra Makassar, Lakshmi Jaya Ningsih, mahasiswa Communication Business Management, telah mencapai banyak prestasi. Ia tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga terlibat dalam organisasi kampus dan bisnis start-up. Beasiswa Jalur Undangan Prestasi Grade Ruby yang dia peroleh telah membantunya mencapai tujuan akademik dan profesionalnya.

 

Motivasi Memilih Kampus Ciputra Makassar dan Peran Beasiswa

Lakshmi memilih untuk berkuliah Kampus Ciputra Makassar karena memiliki fasilitas yang lengkap dan dukungan dari dosen yang berpengalaman di bidangnya. Selain itu, banyaknya beasiswa yang ditawarkan kampus ini memengaruhi keputusannya. Beasiswa yang ia terima memberi Lakshmi kesempatan untuk belajar langsung hingga di luar negeri melalui program beasiswa IISMA.

“Saya sangat tertarik dengan fasilitas kampus dan beasiswa yang ditawarkan UC Makassar. Beasiswa ini memungkinkan saya mendapatkan kesempatan untuk belajar dari yang terbaik, bahkan mendukung saya untuk kuliah di luar negeri”, ujar Lakshmi.

 

Pengalaman Kuliah di Luar Negeri dengan Beasiswa IISMA

Lakshmi, penerima beasiswa IISMA 2023

Lakshmi, penerima beasiswa IISMA 2023

Lakshmi menerima beasiswa IISMA dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia pada tahun 2023 dan melanjutkan pendidikannya selama satu semester di University of California, Davis. Kampus Ciputra Makassar, khususnya tim IISMA, menawarkan dukungan penuh dalam hal pengurusan dokumen dan fasilitas.

“Selama di University of California, Davis, saya belajar banyak hal baru, mulai dari metode pengajaran yang berbeda, mata kuliah unik, hingga pengembangan soft skills seperti komunikasi dan problem solving.”

 

Tips Mendapatkan Beasiswa dan Mengelola Waktu

Lakshmi menyarankan calon mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa untuk selalu melakukan yang terbaik dalam setiap tugas. Ia juga menekankan bahwa memperkuat profil akademis dengan berpartisipasi dalam kegiatan kompetitif seperti lomba, dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan beasiswa.

Lakshmi juga menceritakan bagaimana ia mengatur waktunya antara kuliah, bisnis start-up nya yang disebut Avoteado, yang merupakan produk teh dari biji alpukat, dan partisipasinya dalam organisasi kampus. Kesuksesannya dalam mengelola waktu bergantung pada perencanaan yang baik dan disiplin.

 

Harapan Setelah Lulus

Lakhsmi dan <yoastmark class=

Lakshmi berharap dapat menjadi seorang pengusaha yang sukses dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dia pelajari setelah lulus. Dia juga berencana untuk melanjutkan studi ke program pascasarjana.

Dalam dunia perkuliahan, semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sangat berkembang pesat. Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, sejumlah mahasiswa mulai mengembangkan ide-ide mereka dengan membangun start-up business mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah Qerent Natasha, mahasiswi Kampus Ciputra Makassar spesialisasi International Business Management, yang mengembangkan ide bisnisnya di bidang parfum dan body care.

 

Terinspirasi dari Pengalaman Pribadi

Qerent meraih gelar Miss Teen Sulawesi Selatan 2019

Qerent meraih gelar Miss Teen Sulawesi Selatan 2019

Perjalanan karir Qerent dimulai sejak usia dini, ketika ia berumur lima atau enam tahun dan terjun ke dunia modeling. Pengalaman ini membentuk mental dan kepercayaan dirinya. Pada usia tiga belas tahun, ia memenangkan gelar Miss Teen Sulawesi Selatan 2019, mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional. Alhasil kesuksesan ini membawanya ke Jakarta, di mana ia menandatangani kontrak dengan manajemen artis terkenal dan mendapatkan peran dalam sinetron “Kuraih Bintang” di MNCTV serta webseries “Barrakilla”. Di sela-sela kesibukan di dunia hiburan, Qerent mulai membidik dunia bisnis. Selama SMA, ia mendirikan brand parfum sendiri. Berkat keseriusan dan ketekunan, bisnis parfum tersebut terus berkembang hingga saat ini. Tidak berhenti di situ, Qerent juga sedang dalam proses produksi untuk bisnis body care baru, termasuk pendaftaran merek HAKI dan BPOM untuk produk tersebut.

 

Motivasi dan Filosofi Bisnis

Bisnis Parfum milik Qerent Natasha

Bisnis Parfum milik Qerent Natasha

Motivasi utama Qerent dalam berbisnis adalah melatih mental, fisik, dan jiwa entrepreneur. Ia ingin menjadi pebisnis yang mandiri dan sukses. Bisnis bukanlah perjalanan yang selalu mulus. Ada momen-momen naik dan turun, tetapi kunci utama adalah menjalani semuanya dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. Keseriusan dalam mengelola bisnis adalah faktor penting yang membuat usahanya bisa bertahan dan berkembang. Pesannya bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia bisnis adalah jangan pernah menyerah. Tetaplah optimis dan jalani bisnis dengan tanggung jawab penuh. Bisnis adalah tentang mendorong diri kita hingga batas maksimal. Terlebih jika kita konsisten dan disiplin, hasil yang baik akan mengikuti.

 

Pendidikan dan Manajemen Waktu

Salah satu sinetron yang diperankan oleh Qerent

Salah satu sinetron yang diperankan oleh Qerent

Keinginannya untuk terus belajar membawa Qerent ke Kampus Ciputra Makassar, di mana ia merasa tempat ini sangat cocok dengan passionnya. Kampus Ciputra dikenal sebagai kampus yang melahirkan banyak entrepreneur sukses, dan Qerent ingin menjadi salah satunya. Maka dari itu, ia memilih jalur sukses Start-Up karena sudah memiliki bisnis sendiri dan ingin terus berkembang serta menciptakan produk-produk baru. Mengelola waktu antara kuliah dan bisnis adalah tantangan tersendiri bagi Qerent. Ia fokus pada prioritas utamanya yaitu kuliah dan bisnis. Untuk menjaga agar jadwal tidak berantakan, Qerent selalu membuat 'to-do list' setiap hari, biasanya menggunakan handphone. Disiplin dalam menyelesaikan tugas kuliah sebelum deadline dan menentukan batas operasional yang jelas adalah kunci suksesnya dalam manajemen waktu. Ada pengorbanan yang harus dilakukan, seperti mengurangi waktu tidur, bermain dengan teman, atau kegiatan lain. Namun, semua itu sepadan dengan hasil yang dicapai. Prinsip Qerent adalah mengatur waktu dengan bijak dan tidak membiarkan waktu mengatur dirinya.

 

Cita-Cita dan Keseimbangan antara Berkuliah dan Berbisnis Start-Up

Kedepannya, Qerent bercita-cita menjadi seorang importir sukses. Pengalaman dalam bisnis telah mengajarkannya untuk lebih menghargai waktu karena setiap detik adalah kesempatan untuk belajar, mengurus bisnis, dan menjaga kesehatan. Dengan semangat dan manajemen waktu yang baik, semua impian bisa tercapai. Perjalanan Qerent membuktikan bahwa dengan determinasi, disiplin, dan passion, kita bisa mencapai apa pun yang kita impikan.

Qerent mendapatkan kemudahan dengan berkuliah di Kampus Ciputra Makassar yang mendukung mahasiswanya untuk membangun bisnis sendiri dengan berbagai keunggulan seperti mentoring dengan dosen akademisi maupun praktisi yang sudah berpengalaman dalam bidangnya, networking dengan sesama teman kuliah yang memiliki bisnis yang berbeda, dan tugas yang diberikan pun berdasarkan pada proyek nyata (real project) sehingga Qerent dapat menerapkannya langsung pada bisnis yang sedang dijalankannya.

Melalui semangat dan inovasi Qerent dalam membangun bisnis dan juga dukungan dari kampus, Qerent pun dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan Kampus Ciputra Makassar sangat mendukung mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dalam berbisnis. Walaupun ditengah kesibukannya dengan jadwal kuliah, para mahasiswa tetap dapat menjalankan bisnisnya secara bersamaan. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan bekerja keras untuk mencapainya.

Dalam dunia perkuliahan, semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sangat berkembang pesat. Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, sejumlah mahasiswa mulai mengembangkan ide-ide mereka dengan membangun start-up business mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah Liezel Callista Liestan, mahasiswi Kampus Ciputra Makassar spesialisasi Digital Business Management angkatan 2021, yang mengembangkan ide bisnisnya yaitu bimbel "Kamar Belajar". Dengan inovasi tersebut, Liezel bahkan bisa membiayai uang kuliahnya sendiri melalui pendapatan bisnis tersebut.

Liezel Callista Liestan, mahasiswa Kampus Ciputra Makassar spesialisasi Digital Business Management

 

Terinspirasi dari Pengalaman Pribadi

Liezel adalah tipe orang yang sangat suka belajar secara terus menerus. Mimpi sebelumnya adalah menjadi seorang dokter karena dia sangat suka ilmu yang menyangkut kedokteran dan dia juga tahu bahwa dokter adalah salah satu profesi yang harus terus belajar setiap harinya. Tetapi karena beberapa alasan, akhirnya dia tidak mengambil jalan untuk menjadi seorang dokter. 

Awalnya Liezel tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang pengajar maupun pemilik sebuah bimbingan belajar. Alasannya adalah karena dia tidak merasa memiliki bakat dalam mengajar. Awal mula dia merasa tertarik dengan mengajar adalah saat ibunya meminta untuk membantu adiknya yang sedang ujian. Ternyata, hasil ujiannya semua mengalami peningkatan nilai yang signifikan sampai gurunya kaget. Saat Liezel mendengar kabar itu, dia merasa memiliki kepuasan tersendiri karena ilmu yang dia miliki bisa sangat berguna untuk adiknya dan juga dia bisa terus belajar. Akhirnya, ibunya menyarankan agar Liezel mencoba membuka tempat bimbel.

Sebelumnya Liezel cukup takut untuk membuka sebuah usaha lantaran takut salah langkah karena tidak ada yang membimbing. Tetapi saat berkuliah di Kampus Ciputra Makassar, terdapat mata kuliah Start Up yang selama 2 semester mahasiswa akan membentuk kelompok untuk membuat sebuah usaha. Dari sanalah Liezel banyak belajar bagaimana mengelola sebuah usaha. Akhirnya karena dukungan dari dosen serta teman kuliah, Liezel pun memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri.

 

Bimbel untuk Membantu Anak-Anak Mencapai Potensi

Motivasi Liezel untuk membuka bisnis bimbel “Kamar Belajar” cukup simpel, yaitu membantu anak-anak dalam mencapai potensi akademik mereka. Liezel juga menambahkan bahwa saat masih bersekolah, dia juga mengikuti bimbel dan merasa sangat terbantu dalam meningkatkan nilainya. Oleh karenanya Liezel ingin membuka bimbel agar bisa membantu anak-anak sebagaimana bimbel membantunya dulu.

 

Aktivitas bimbel Kamar Belajar, bisnis milik mahasiswa Kampus Ciputra Makassar yaitu Liezel Callista Liestan

 

Membiayai Kuliah Sendiri dengan Membangun Kamar Belajar

Tidak pernah terpikir dalam benak Liezel bahwa ada hari dimana dia bisa membiayai pendidikannya dengan hasil kerja kerasnya. Saat bimbel yang dirintis sudah mulai membuahkan hasil, saat itu juga bertepatan dengan orang tua Liezel yang mengalami kesulitan ekonomi karena ayahnya yang berhenti bekerja dan gaji ibunya yang tidak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga. Apalagi, Liezel juga punya 2 adik yang masih bersekolah. Akhirnya dari sana, dia mulai mencoba membantu dengan membiayai kuliahnya sendiri. Hingga sekarang saat ayahnya sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, Liezel tetap membiayai kuliah dan kebutuhannya dengan penghasilannya sendiri.

 

Kiat Menemukan Keseimbangan antara Berkuliah dan Bisnis Bimbel

Saat ini Liezel mengambil program MBKM Wirausaha Merdeka dan sangat terbantu dengan pembagian jadwal kelas yang lebih memfokuskan pada waktu usaha. Walaupun mengajar bimbel, dia tetap mengerjakan tugas yang diberikan pada malam hari usai mengajar. 

Liezel juga mendapatkan kemudahan karena berkuliah di Kampus Ciputra Makassar yang mendukung mahasiswanya untuk membangun bisnis sendiri dengan berbagai keunggulan seperti mentoring dengan dosen akademisi maupun praktisi yang sudah berpengalaman dalam bidangnya, networking dengan sesama teman kuliah yang memiliki bisnis yang berbeda, dan tugas yang diberikan pun berdasarkan pada proyek nyata (real project) sehingga Liezel dapat menerapkannya langsung pada bisnis bimbelnya.

Dengan semangat dan inovasi Liezel dalam membangun bisnis dan juga dukungan dari kampus, Liezel pun bisa menjalankan bisnisnya dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan Kampus Ciputra Makassar sangat mendukung mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dalam berbisnis. Walaupun ditengah kesibukannya dengan jadwal kuliah, para mahasiswa tetap dapat menjalankan bisnisnya secara bersamaan.

Hubungan dengan pelanggan yang berlangsung lama merupakan cita-cita setiap pengusaha. Kesuksesan hubungan tersebut dapat terjadi jika pelanggan merasa terikat dengan merek. Penciptaan keterikatan merek dimulai dengan penguatan merek dalam persepsi dan hati pelanggan.

Merek merupakan identitas perusahaan yang unik, menarik, dan mudah diingat, sehingga berpotensi menguatkan hubungan merek-pelanggan. Sebuah merek juga mempunyai kepribadian yaitu sifat atau prinsip yang melekat. Dalam implementasinya, jika personality tersebut sesuai dengan target pasar, maka tercipta kedekatan dengan pelanggan karena kepribadian merek mewakili kepribadian pelanggan.

Urgensi Brand Personality

Manajemen hubungan pelanggan berperan penting pada kelangsungan bisnis. Merek sebagai identitas produk perusahaan perlu dikembangkan dan diperkuat melalui karakternya yang khas. Kepribadian merek mencakup itu semua, di mana mampu mengenalkan nilai, citra, dan ciri khas merek, sehingga mampu mengomunikasikan keunggulan kepada para pelanggan. Kepribadian merek dapat ditunjukkan melalui kualitas produk, pelayanan, visual, tone and voice yang dimiliki, sehingga berbeda dengan pesaing. Saat kepribadian merek tersebut mewakili kepribadian pelanggan, maka meningkatkan keterikatan pelanggan terhadap merek yaitu berupa ingin selalu menggunakan.

Tips Membentuk Brand Personality yang Kuat

Setiap pengusaha harus peka dengan karakter target pasarnya agar mampu mengoptimalkan peluang yang ada. Dalam menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, entrepreneur diharapkan mempunyai kepribadian merek yang kuat. Hal ini guna menjaga persepsi positif pelanggan yang mengandalkan merek tersebut sebagai solusi kebutuhan. Berkaitan dengan hal tersebut, yuk ikuti beberapa tips berikut ini.

Merek adalah identitas perusahaan atau produk yang di dalamnya terdapat nilai dan karakter yang khas yang membentuk kepribadian. Dalam rangka memperkuat kepribadian merek, pelaku usaha perlu benar-benar memahami merek agar mampu melayani pelanggan. Caranya adalah menjawab beberapa pertanyaan mengenai adakah hal unik yang ditawarkan oleh merek, apa sajakah nilai inti merek, apakah misi yang akan dicapai, aspek apakah yang menjadi kekhususan merek, dan siapa sajakah target pasarnya.

Nilai perusahaan harus dicerminkan melalui brand tone dan brand voice. Kedua hal tersebut sangat penting sebagai media komunikasi merek dengan pelanggan untuk mengaitkan kepribadian antara keduanya. Dengan demikian, pelanggan mengetahui kepribadian merek tersebut, kemudian akan menggunakannya jika sesuai dengan kepribadiannya. Brand tone dan brand voice dapat diidentifikasi melalui atribut merek, seperti logo, taglinejingle, hingga konten periklanan.

Perusahaan harus menjadi profesional dalam menjalankan usaha yaitu dengan memberikan hal terbaik kepada pelanggan. Caranya adalah dengan berorientasi pada pelanggan, sehingga perlu memahami target pasar melalui profil pelanggan, preferensi, dan karakteristiknya.

Dalam kegiatan ekonomi bisnis, merek menjadi media menyampaikan pesan kepada target pasar. Dengan demikian, perlu memahami perilaku konsumen, mulai dari cara berpikir, merasakan, bersikap, hingga berperilaku, yang menjadi sumber informasi tentang apa yang dibutuhkan pelanggan, sehingga dapat menyediakan produk yang tepat sasaran dan menyebarluaskan melalui media promosi lengkap dengan deskripsi produk dan kalimat persuasif. Jika kalian ingin mendalami teknik komunikasi yang efektif, kalian dapat memilih spesialisasi Communication Business Management UC Makassar.

Dunia bisnis erat kaitannya dengan persaingan. Memunculkan keunikan dari mereknya merupakan solusi bagi pelaku usaha untuk memperkuat identitasnya, sehingga terlihat keunggulannya dibandingkan pesaing. Dengan melihat kuatnya identitas merek tersebut, pelanggan menjadi tertarik dan mencoba mencari informasi mengenai merek. Ketertarikan yang besar ini menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

Memunculkan kepribadian merek kepada target pasar harus dilakukan secara intensif. Strategi pemasaran yang dipakai harus menjangkau sasaran. Dalam entrepreneurship, dituntut untuk menerapkan strategi yang adaptif. Pada era sekarang ini, pemasaran digital sudah banyak diterapkan dan efeknya sangat revelan menjangkau pelanggan secara efisien. Pesan dapat tersampaikan dengan baik melalui upaya pemasaran yang intensif, seperti email marketing, social media marketing, content marketing, search engine optimization (SEO), search engine marketing (SEM), pay per click (PPC), dan television marketing. Selanjutnya, perhatikan antusiasme pelanggan melalui jumlah like, share, comment, reply, jumlah subscribe, jumlah tayangan.

Demikianlah berbagai cara memperkuat brand personality untuk meningkatkan hubungan merek dan pelanggan dari sisi emosional. Kreativitas pelaku usaha juga diperlukan untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan yang berujung pada keingintahuan yang tinggi dan penggunaan merek dalam jangka panjang.

Bisnis kuliner adalah salah satu jenis usaha yang strategi pertumbuhannya dengan cara membuka cabang guna menjaring konsumen lebih luas. Strategi ekspansi ini sangat umum digunakan oleh brand-brand kuliner, biasanya dengan sistem franchise maupun kemitraan dengan skema tertentu. Maka tak heran apabila ada brand kuliner tertentu yang membuka puluhan cabang dalam kurun waktu singkat.

Strategi ekspansi yang agresif di banyak kota juga bertujuan untuk meminimalisir duplikasi menu, konsep, dan sebagainya dari kompetitor agar dapat tetap menjadi pemain pertama di banyak kota. Adanya perkembangan media sosial yang masif turut mendorong agresifnya ekspansi bisnis kuliner unuk menjawab kebutuhan pelanggan di banyak kota.

Sehingga brand kuliner lokal ditiap kota setiap tahunnya menghadapi kompetitor yang sangat beragam. Akan tetapi selalu ada local heroes yang survive atau bahkan tetap menjadi primadona di kota asalnya masing-masing. Sebenarnya apa yang menjadi kunci sukes dari brand kuliner lokal tersebut dapat bersaing dari gempuran pemain nasional?

Apa saja 7 Keunggulan Brand Lokal dari Nasional?

Customer intimacy merupakan strategi yang esensial bagi brand lokal dalam menjangkau simpul-simpul konsumen potensial seperti komunitas, teman nongkrong, dll. Sehingga apabila sudah terbangun hubungan baik anara brand dengan simpul-simpul konsumen akan terbangun loyalitas pelanggan pada brand lokal.

Brand lokal dengan pengalaman dan pengetahuannya melayani masyarakat setempat pasti memiliki kepekaan budaya dan trend lokal yang sedang diminati. Sehingga dengan manajemen yang fokus mengurus brand skala lokal akan memudahkan dalam melakukan kustomisasi dan adaptasi menyesuaikan keinginan pelanggan.

Identitas lokal merupakan keunggulan komparatif yang hampir tidak mungkin dimiliki brand nasional. Dengan mengangkat identias lokal, suatu brand akan menjadi ikon yang memiliki karaker yang kuat diantara para kompeitor sehingga menjadi kebanggaan daerah tertentu.

Brand lokal yang dipimpin oleh manajemen lokal akan memberikan keunggulan berupa fleksibilitas khususnya dalam melakukan inovasi baik itu dalam hal menu, service maupun desain. Fleksibilitas dan kecepatan inovasi ini akan sulit untuk disaingi brand nasional yang biasanya cenderung birokratis dalam mengambil kebijakan.

Keberadaan usaha lokal harusnya memahami kondisi pasar dengan lebih baik. Jejaring supplier, vendor serta mitra marketing lokal juga dapat menjadi faktor penting bagi usaha lokal dalam menciptakan efisiensi dibanding brand nasional.

Brand lokal biasanya dimiliki oleh owner lokal pula, sehingga kendali manajemen dalam mengelola bisnis bisa dilakukan harian. Kebijakan, penyesuaian dan pengawasan bisa secara efekif dilakukan oleh owner.

Mirip dengan identitas lokal, cerita lokal juga sangat efekif dalam membangun brand awareness usaha kuliner. Di media, kita jumpai banyak sekali cerita inspiratif dari pemilik usaha lokal yang mencoba membangun daerahnya agar lebih baik dan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kekuatan cerita memang tidak pernah gagal dalam menyentuh sisi humanis para penikmatnya.

Pemilik bisnis kuliner lokal tidak perlu terlalu khawatir terhadap gempuran pesaing baru skala nasional yang mulai merambah di kotanya berbisnis. Justru itu merupakan kesempatan untuk terus belajar dan adaptif terhadap perubahan trend dan bisa terus meningkakan kualitas produk dan layanan bagi pelanggan. Kuncinya adalah tetap adaptif dan relevan terhadap perubahan selera pelanggan.

Bagi kalian yang tertarik membangun bisnis kuliner lokal, jangan khawatir. Terdapat jurusan Culinary Business Management di kampus UC Makassar. Di jurusan ini, kalian akan dipersiapkan dengan matang cara membangun bisnis kuliner, dan dibekali praktik langsung untuk berbisnis. Kalian akan diberikan pilihan dan bebas menentukan ingin merancang bisnis seperti apa, tentu saja tetap dengan mentoring dari dosen dan chef berpengalaman.

Seperti yang kita ketahui, program kuliner merupakan acara televisi yang begitu banyak digandrungi pemirsa di seluruh tanah air. Tua, maupun muda, semua kalangan tak terkecuali menaruh minat yang tinggi pada dunia kuliner. Eksistensi kuliner itulah yang mendasari kreativitas antar individu untuk menciptakan produk olahan ala mereka sendiri, baik olahan khas daerah masing-masing, maupun hasil akulturasi dengan budaya makanan luar negeri.

Namun, nyatanya bukan hanya skill memasak saja yang menjadi modal dalam membangun bisnis kuliner. Sebagai metode dasar, kita diwajibkan mengenali dan memahami produk olahan yang akan dipasarkan, langkah selanjutnya adalah kemampuan time management, business management dan problem solving skill, yang diimbangi dengan kecakapan komunikasi.

Kedengarannya banyak sekali ya, PR untuk kita yang ingin memulai bisnis kuliner, tapi tidak perlu khawatir karena dunia pendidikan sudah menyediakan pembelajaran super efektif bagi mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang memiliki ketertarikan di bidang kuliner.

Salah satunya adalah program akademik MAN – Culinary Business Management (CBM) yang diperkenalkan oleh UC Makassar. Spesialisasi ini akan mengedukasi mahasiswa dengan materi leadership, dan manajemen bisnis yang mumpuni. Sistem pembelajarannya pun bersifat hands-on dan didampingi oleh dosen berpengetahuan tinggi dalam bidang cuisine, juga beverages. Kita juga dibekali pemahaman mengenai kebutuhan konsumen, perencanaan bisnis spesifik, entrepreneurship dalam hal finansial, sumber daya manusia (SDM), food service, serta strategi marketing dan promosi.

Gelar Sarjana Manajemen (S.M.) akan didapat setelah mahasiswa menyelesaikan program studi, sedangkan keunggulan dari spesialisasi CBM ini adalah sebagai berikut;

Sekolah bisnis yang mengajarkan implementasi konsep, kreativitas dan bisnis di bidang kuliner.

Metode pembelajaran yang mengacu kepada menemu kenali masalah, menemukan peluang serta mengembangkan peluang.

Metode pembelajaran dengan berbekal real projects yang berdasarkan pada real problems.

Mahasiswa diperkaya dengan kemampuan dan keterampilan di bidang kuliner seperti basic knowledgearts and managementhealthy products serta industry trends.

Mahasiswa diperkaya dengan metode DEO (Discovery-penemuan, Exploration-eksplorasi, Observation-pengamatan).

Keunggulan-keunggulan inilah yang mengarahkan jiwa bisnis dan kuliner dalam satu haluan, kita dapat memahami kebutuhan pasaran dengan inovasi unik dan kreatif. Menciptakan produk olahan yang sudah diobservasi dari segi rasa, kualitas bahan, bahkan harga yang pas dikantong masyarakat, sehingga menjadi daya tarik yang bisa membuat bisnis kuliner kita unggul dari bisnis-bisnis yang lainnya.

Lalu apa sih, keuntungan yang dapat diperoleh jika kita serius mendalami bisnis kuliner? Tentunya kuliner adalah hal yang mudah dikenali oleh masyarakat, lokasi usaha yang tidak terbatas dan mudah dikembangkan dalam beragam inovasi. Sudah pasti ranah kuliner mendatangkan keuntungan berlipat ganda dan membuka peluang kerja yang begitu luas bagi individu-individu yang sedang berkembang. Bahkan, bisnis kuliner dapat menjadi gebrakan dalam perbaikan ekonomi penduduk negeri.

Berkembangnya bisnis kuliner Indonesia, berkembang pula dunia transaksi jual beli, yang pada akhirnya menguntungkan berbagai belah pihak, serta menjadi gambaran bisnis yang sehat dan sejahtera.

Bisnis rintisan atau yang lebih familiar disebut start-up adalah jenis usaha yang sedang booming sepuluh tahun terakhir. Banyak billionaire baru yang berasal dari anak-anak muda yang sukses mendobrak tatanan bisnis lama dengan ide-ide segarnya. Marketplace mendisrupsi toko offline, ride hailing mendisrupsi layanan taksi konvensional dan masih banyak lagi model bisnisnya.

Namun pernah terpikirkah kita bagaimana mereka menemukan produk atau layanan yang dapat diterima konsumen yang masih menggunakan produk lama. Apakah mereka tidak takut ide gila tersebut berakhir menjadi lelucon karena menghabiskan modal dalam menjalankannya pada market yang sama sekali baru? Bagaimana mereka bisa menyesuaikan adaptasi produk luar untuk market Indonesia.

Jawabannya adalah menggunakan metode product discovery. Dimana metode ini mensyaratkan pengembangan produk baru yang harus melibatkan konsumen diseluruh tahap pengambilan keputusannya. Karena perusahaan harus memastikan bahwa produk yang mereka buat dapat benar-benar memecahkan masalah konsumennya.

Langkah-langkah dalam Melakukan Product Discovery

Product discovery dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah pengembangan produk baru. Observasi dan riset menjadi hal yang krusial guna memahami calon konsumen beserta masalah yang sedang dihadapi. Dalam prosesnya, riset akan mencari tahu apa saja variabel serta kriteria produk atau layanan yang benar-benar esensial bagi konsumen. Selanjutnya adalah identifikasi solusi yang dapat diawarkan lewat produk kita.

Kedua, dapat dilakukan apabila ingin memperbaharui produk yang sudah ada. Cara kedua dilakukan dengan melakukan riset pada inovasi atau penemuan teknologi terbaru yang dapat diterapkan pada produk kita sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Berikut adalah langkah dalam melakukan product discovery.

  1. Meningkatkan Customer Empathy

Pemahaman akan kondisi dan permasalahan konsumen menjadi pondasi dalam melakukan product discovery. Sehingga kita sebagai pihak yang ingin melakukan riset, perlu memiliki empati yang tinggi terhadap kebutuhan dan permasalahan konsumen. Dengan memosisikan diri sebagai konsumen, kita akan memiliki kepekaan dalam memahami masalah serta mencari solusi bagi konsumen.

  1. Menentukan Target Konsumen yang Spesifik

Tahap penentuan target konsumen mengharuskan kita memiliki sensitivias kira-kira kalangan masyarakat manakah yang membutuhkan produk kita. Langkah ini membutuhkan riset pasar dan riset produk yang komperhensif demi menemukan product-market fit. Riset yang dilakukan biasanya tidak sebentar dan bersifat holistik sehingga dibutuhkan juga kerja sama antar tim yang berbeda agar memperoleh perspektif yang beragam.

  1. Mengidentifikasi Fitur yang Perlu Ditingkatkan

Setelah mendapat target konsumen, kita bisa menganalisis pain point pada produk kita. Kita perlu mencari tahu bagaimana konsumen menggunakan produk kita, lalu memperbaiki perubahan-perubahan kecil yang menyesuaikan kebutuhannya.

  1. Membuat Visual Mapping

Setelah memahami kebutuhan dan menemukan masalah-masalah yang dihadapi konsumen. Selanjutnya kita perlu membuat pemetaan ide serta melakukan validasi. Visual mapping akan mempermudah mencari gambaran umum tentang produk yang dikembangkan. Visual mapping juga dapat membantu memahami tujuan pengembangan produk beserta langkah-langkah dalam mewujudkannya.

  1. Lakukan Tes dan Kumpulkan Customer Feedback

Langkah selanjutnya memungkinkan kita melakukan pengujian untuk menilai perkembangan produk. Usability testing adalah pengujian untuk mencari tahu apakah desain produk Anda mudah digunakan calon konsumen atau tidak. Bisa juga A/B testing sebagai pengujian pada dua opsi untuk mencari tahu produk mana yang bekerja lebih baik pada konsumen.

Pada tahap ini sangat penting bagi kita unuk mengumpulkan feedback dari calon konsumen yang terlibat pengujian produk kita. Feedback dapat disampaikan melalui berbagai platform seperti media sosial, email, customer service serta peremuan tatap muka.

Beberapa waktu yang lalu masyarakat Indonesia dihebohkan oleh aksi hacker bernama Bjorka yang mengaku telah mencuri dan menjual 105 juta data pribadi masyarakat Indonesia. Tak berheni disitu, Bjorka juga membocorkan data pribadi para pejabat dan politisi ring satu Istana. Kalau pejabat penting saja bisa dengan mudah datanya dicuri, lalu bagaimana sebenarnya cyber security system di Indonesia?

Cyber security adalah suatu akivitas yang dilakukan agar dapat melindungi sistem komputer terhadap berbagai serangan siber. Cyber security akan membantu perusahaan melindungi aset penting seperti aplikasi, komputasi, layanan serta data dan informasi yang dikirim atau disimpan dalam lingkungan siber.

Seiring penetrasi internet yang begitu cepat di Indonesia, ancaman cyber crime juga semakin masif. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) setahun terakhir telah terjadi setidaknya 1,6 miliar cyber attack di Indonesia. Bentuknya juga beragam mulai dari malware, trojan activity dan information gathering.

Ada tiga jenis keamanan siber yang harus dipahami jika ingin meniti karir sebagai seorang talent dibidang cyber security. Pertama adalah cloud security, aktivitas ini meliputi keamanan teknologi, layanan hingga kebijakan yang berhubungan dengan cloud computing. Kedua network security, ketika lalu lintas data semakin tinggi maka perusahaan harus meningkatkan keamanan jaringannya agar terhindar dari pencurian data. Ketiga application security, bukan hanya di jaringan, data di aplikasi juga harus diamankan agar tidak dicuri.

Ragam Posisi Pekerjaan dalam Industri Cyber Security

Semakin masifnya cyber attack, kebutuhan akan talenta digial yang menguasai skill di bidang cyber security menjadi semakin mendesak bagi sektor publik maupun bisnis. Saat ini banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja di bidang ini dan kedepan akan semakin banyak lagi. Apabila Anda tidak ingin bekerja secara full time bisa juga sebagai freelance, ada dua jalur yang bisa dipilih yaitu bug hunter atau system security. Dibawah ini adalah 7 contoh posisi pekerjaan dibidang cyber security.

  1. Security Engineer

Bertugas membangun dan memelihara sistem keamanan siber perusahaan. Rincian tugasnya antara lain memasang firewall, security testing, mengembangkan skrip automasi untuk melacak insiden serta menguji keamanan dari jaringan perusahaan.

  1. Security Architect

Bertanggung jawab mengimplementasikan dan mengawasi keamanan jaringan komputer perusahaan. Rincian tugasnya adalah mendesain, meriset hingga mengembangkan arsitektur keamanan perusahaan.

  1. Incident Responder

Apabila ada insiden serangan siber, seorang Incident Responder adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk mengambil tindakan awal. Selain itu, juga bertanggung jawab pada upaya pencegahan serta melakukan edukasi pada anggota organisasi lain agar tidak terjadi lagi.

  1. Computer Forensic Specialist

Berperan layaknya detekif, seorang Computer Forensic Specialist dituntut untuk dapat mengakses dan menganalisis bukti dari insiden mulai dari komputer, jaringan serta perangkat penyimpanan data.

  1. Penetration Tester

Biasanya juga disebut black hat hacker tugasnya mencari celah keamanan dalam sistem jaringan perusahaan serta melakukan analisis secara mendalam tentang keberadaan bug. Biasanya penetration tester juga dilakukan freelancer untuk dijual jasanya pada perusahaan yang membutuhkan pengujian keamanan eksernal.

  1. Security Analyst

Seorang security analyst bertugas mendeteksi serta mencegah terjadinya ancaman siber pada sistem keamanan cyber perusahaan. Rincian tanggung jawabnya adalah perencanaan, implementasi, analisis resiko, audit inernal dan eksternal serta melakukan koordinasi rencana keamanan dengan pihak ketiga.

  1. Developer Software Security

Pekerjaan ini bertanggung jawab dalam pengembangan software keamanan dan mengintegrasikannya ke dalam sistem keamanan jaringan perusahaan. Mereka juga berkewajiban memberikan dukungan serta pengujian software yang telah dirancang.

Itu dia seputar Cyber Security. Bagaimana, tertarik berkarir menjadi seorang ahli Cyber Security? Tenang saja, Kampus Ciputra Makassar menyediakan jurusan Informatika. Di jurusan ini, kalian akan diajari lebih dalam mengenai Cyber Security hingga menjadi ahli. Disisi lain, kalian juga bisa memilik dua spesialisasi yaitu Application Development dan Aritificial Intelligence. Jadi, tunggu apalagi? Buruan daftar di Kampus Ciputra Makassar!

Dalam membangun suatu bisnis, tentu kita memerlukan rekan yang ahli di bidangnya. Salah satu tim yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis di era saat ini adalah tim teknis yang bergerak di bidang digital. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah seorang ahli komputer yang tidak lain dan tidak bukan adalah lulusan dari Teknik Informatika.

Jurusan Teknik Informatika merupakan salah satu jurusan pendidikan tingkat perguruan tinggi yang mempelajari serta menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer. Juga analisis matematis dalam perancangan, pengujian, pengembangan aplikasi, dan evaluasi sistem operasi, perangkat lunak (software), dan kinerja komputer. Saat ini, lulusan dari jurusan Teknik Informatika mendapatkan ekspektasi tinggi dalam membangun jenjang karir. Berikut adalah alasan mengapa banyak perusahaan mencari lulusan Teknik Informatika.

Kebutuhan perusahaan dalam mencari ahli komputer untuk menjadi karyawan sedang tinggi-tingginya. Tidak bisa dipungkiri, pandemi yang menyebabkan lockdown beberapa waktu lalu memaksa masyarakat untuk bertransformasi ke era digital lebih cepat. Hal ini jelas terjadi karena terjadi perubahan kebiasaan yang dulunya serba konvensional, dapat dilakukan serba digital. Hal tersebut menyadarkan masyarakat bahwa menggunakan teknologi dapat memudahkan kegiatan sehari-hari. Pada akhirnya, yang berperan penting dalam era teknologi tersebut adalah pembuat teknologi tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah para programmer. Melihat peluang di dunia digital, para pengusaha khususnya start-up business tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berlomba-lomba memulai bisnis berbasis teknologi untuk ditawarkan kepada masyarakat.

Ada banyak sekali jenis-jenis pekerjaan untuk para programmer dalam dunia kerja. Baik itu software developergame developerartificial intelligencedata scientistweb developer, dan lain-lain. Namun, di antara banyaknya jenis-jenis pekerjaan tersebut, programmer dianggap dapat lebih fleksibel dalam melakukan pekerjaan. Bagaimana tidak, programmer cenderung bekerja lebih efektif dan efisien. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang memaksa para programmer untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi seperti tren bahasa pemrograman, tren penggunaan software, sistem operasi, dan lain-lain sehingga tidak menutup kemungkinan perusahaan menuntut programmer profesional untuk beralih-alih pekerjaan seperti berpindah dari software developer menjadi game developer. Tentu, diperlukan adaptasi oleh para programmer itu sendiri. Karena hal ini juga, perusahaan sering mengirim programmer mereka untuk membangun relasi dan networking dengan programmer lain dalam acara-acara bootcamp, seminar, pelatihan, dan acara-acara lainnya.

Dalam perjalanan menjadi programmer, secara langsung maupun tidak langsung programmer membangun soft skill mereka seperti skill kolaborasi, kemampuan komunikasi, keahlian dalam melakukan presentasi, kemampuan adaptasi, dan yang paling melekat dalam seorang programmer adalah kemampuan problem solving atau kemampuan dalam memecahkan masalah. Bagaimana tidak, hal ini dikarenakan pekerjaan utama dari seorang programmer adalah memecahkan sebuah masalah dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu, programmer juga seringkali dianggap sebagai orang yang memiliki kreativitas tinggi.

Itulah tiga dari sekian banyak alasan mengapa lulusan Teknik Informatika diperlukan perusahaan. Tentu, setiap perusahaan memiliki alasan dan tujuan yang berbeda dalam melakukan perekrutan programmer, namun pada dasarnya tiga alasan diatas yang sering kali dijadikan pertimbangan dalam merekrut seorang programmer. Tidak jarang juga ditemui programmer yang memulai bisnis sendiri ketimbang menjadi karyawan perusahaan. Namun, baik itu memulai bisnis sendiri, menjadi profesional, menjadi freelancer, prospek kerja dari lulusan Teknik Informatika sangatlah luas sehingga tidak heran jika jurusan ini sering muncul dalam rekomendasi kuliah yang ada pada media sosial.

Belum lama ini ada pemberitaan viral mengenai salah satu brand minuman teh kekinian yang melayangkan somasi pada konsumennya. Somasi tersebut berawal dari komplain yang disampaikan pelanggannya secara publik melalui media soial terkait produknya yang dinilai terlalu manis. Kendati demikian, langkah hukum yang diambil manajemen teh kekinian tersebut dinilai berlebihan dalam merespon kritikan yang disampaikan konsumen. Banyak Netizen menyayangkan dan menyuarakan keberatan atas sikap reaktif manajemen teh kekinian sehingga berbalik merugikan citra positif perusahaan.

Demikian hanyalah satu contoh kecil kesalahan antisipasi komplain yang dilakukan salah satu brand minuman kekinian. Komplain esensinya adalah kritikan yang harusnya bersifat membangun, apabila tidak ditangani dengan tepat malah jusru menghancurkan atau merugikan citra perusahaan. Oleh karena itu penting bagi pengelola brand kuliner untuk membangun sistem penangganan komplain yang tepat, berikut adalah caranya.

  1. Membuat SOP dan KPI

Standard Operating Procedure (SOP) merupakan alur/cara kerja yang baku dan menjadi pedoman bagi seluruh anggota organisasi dalam menjalankan pekerjaannya. Di dalam SOP harus memuat authority level sehingga jelas apa yang terjadi merupakan tanggung jawab siapa. SOP juga hendaknya memberikan batasan yang jelas terkait apa saja yang dapat dilakukan dalam menjalankan pekerjaan. Peran dokumentasi juga cukup penting sebagai media tracking dan bukti apabila diperlukan.

SOP yang sudah dibuat harus juga menyertakan Key Performance Indicator (KPI) yang jelas untuk setiap jenis tugas yang dibebankan. KPI akan menjadi acuan dalam menilai kinerja setiap individu dalam menjalankan tugas dan pekerjaanya masing-masing. KPI hendaknya juga memuat konsekuensi keberhasilan atau kelalaian dalam menjalankan SOP, sehingga jelas siapa yang harus dimintai pertanggung jawaban.

  1. Training

Apabila SOP dan KPI telah dibuat maka tahap selanjutnya adalah melakukan training dan sosialisasi kepada seluruh anggota organisasi bisnis. Ketika training khususnya dalam hal penanganan komplain hendaknya menyertakan studi kasus baik yang pernah terjadi di perusahaan sendiri maupun bukan. Simulasi komplain juga penting dilakukan dalam training, tujuannya adalah untuk menyiapkan anisipasi dan respon yang tepat serta melatih mental karyawan agar tidak panik dan dapat bersikap secara terukur.

Setelah dilakukan training hingga seluruh anggota organisasi memahami SOP dan KPI nya masing-masing, langkah selanjutnya adalah membuat legal agreement di mana hal ini akan mengikat seluruh anggota organisasi untuk patuh menjalankan SOP dengan disiplin. Penandatanganan legal agreement merupakan wujud komitmen dan kesepemahaman seluruh anggota organisasi bahwasannya SOP yang telah dibuat merupakan aturan main yang fair dan mengikat baik secara sikap maupun perilaku.

  1. Crisis Handling

Selain SOP pekerjaan masing-masing karyawan, perlu juga dibuat SOP penanganan komplain yang tepat. SOP komplain hendaknya mengandung tiga aspek penting berikut :

Apabila terjadi komplain lakukan analisis 5W + 1H untuk memahami dan mencari akar masalah. Kemudian kumpulkan bukti dan sumber data serta informasi dari dokumentasi yang ada guna dianalisis bagaimana respon yang tepat menanggapi komplain.

Hasil analisis pada tahap pertama akan menghasilkan informasi berupa tingkat urgensi respon komplain yang perlu ditanggapi serius atau cukup diselesaikan langsung. Apabila dianggap cukup penting untuk direspon secara serius maka konsultasi dengan tim legal menjadi hal yang wajib dilakukan.

Sebagaimana hasil analisis yang dilakukan tahap pertama tingkat urgensi akan menentukan respon yang diambil. Apabila komplain dilakukan secara publik melalui media sosial misalnya maka respon yang diambil tidak cukup diselesaikan langsung dengan pelanggan, akan tetapi perlu juga dikomunikasikan ke publik agar tidak terjadi misunderstanding. Namun apabila komplain yang disampaikan secara pribadi lewat direct message atau tatap muka maka dapat langsung diberikan solusi atau setidaknya penjelasan terkait perrmasalahan yang dihadapi konsumen.

Masih bingung? Tenang saja, di Kampus Ciputra makassar, terdapat jalur sukses start-up. Kalian akan dipersiapkan memulai dan menjalankan bisnis dari nol. Dengan persiapan yang matang, mental kalian akan terbentuk. Sehingga ketika menghadapi komplain konsumen kelak, kalian sudah siap!

Indonesia merupakan negara dengan kontribusi sektor UMKM yang cukup tinggi pada perekonomian nasionalnya. Sebagian besar UMKM Indonesia masih dikelola secara sederhana dan bersifat kekeluargaan dalam bentuk family businessFamily business adalah usaha yang dalam pengelolaanya melibatkan setidaknya dua anggota keluarga sebagai pemangku kepentingan yang prominent dalam pengambilan kebijakan.

Mengelola family business bukanlah pekerjaan mudah. Banyak kepentingan yang harus dipikirkan atau setidaknya dicarikan jalan tengah agar bisnis tetap berjalan tanpa hambatan. Tanggung jawab yang harus diemban oleh manajemen juga tidak ringan karena menyangkut nama baik dan keberlangsungan masa depan keluarga.

Saking sulitnya mengelola family business sampai ada ungkapan menyebut bahwa generasi pertama membangun, generasi kedua mengembangkan sementara generasi ketiga menghancurkan. Ungkapan klise tersebut cukup kiranya menggambarkan betapa rumitnya konflik dan masalah yang biasanya dialami family business. Oleh karena itu ada 5 hal krusial yang perlu dipahami oleh para generasi penerus sebagai berikut.

  1. Membuat Aturan Main yang Jelas

Family business umumnya memiliki rasa memiliki dan kedekatan yang tinggi antar founder dan pemangku kepentingan yang masih memiliki hubungan keluarga. Hubungan baik ini disatu sisi memberi keuntungan, tetapi disisi lain menjadi challenge karena potensi konflik yang bisa muncul akibat perbedaan kepentingan dalam mengelola bisnis jangka panjang.

Sehingga perlu adanya mutual agreement dari seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam manajemen mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing. Apabila ada perbedaan pendapat serta konflik yang terkait pengambilan kebijakan bisnis dapat saling menahan diri dan memberi kepercayaan bagi mereka yang memang bertanggung jawab di bidang tersebut.

  1. Membuat Batasan antara Kepentingan Pribadi dengan Bisnis

Hubungan kekeluargaan yang dimiliki dalam family business juga berpotensi memecah belah apabila membawa masalah pribadi ke dalam urusan bisnis. Apabila ada permasalahan pribadi antar anggota keluarga hendaknya dapat saling menahan diri dan bersikap profesional karena ada kepentingan bersama untuk mengembangkan usahanya. Harus ada kesadaran bersama bahwasannya bisnis yang sedang dijalankan bukan hanya didasarkan kepentingan pribadi atau keluarga akan tetapi juga ada karyawan serta pelanggan yang harus dipikirkan kesejahteraannya.

  1. Menjaga Transparansi Keuangan

Keuangan selalu menjadi masalah sensitif yang dapat dengan mudah memicu ketidakpercayaan yang berujung konflik. Sehingga menjadi sangat penting bagi manajemen family business untuk menciptakan transparansi dalam hal pengawasan keuangan. Membangun sistem pelaporan keuangan secara profesional, sistematis dan transparan akan menjaga kredibilitas dan integritas manajemen agar dapat menjaga soliditas pemangku kepentingan yang masih memiliki hubungan keluarga.

  1. Membangun Komunikasi yang Efektif

Membangun komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan tak kalah penting dari tiga poin sebelumnya. Tak jarang komunikasi yang tidak terbangun secara baik dapat memicu kesalahpahaman yang dapat berujung pada perpecahan. Komunikasi harus dibangun secara terbuka dan efektif guna mengurangi potensi distorsi informasi yang bisa mendelegitimasi kepercayaan antar anggota keluarga yang terlibat dalam bisnis.

  1. Mempersiapkan Generasi Penerus

Salah satu ciri family business adalah dengan mewariskan usahanya ke penerus atau generasi keluarga selanjutnya. Menyiapkan generasi penerus yang kompeten dalam manajerial serta mewarisi semangat juang generasi perintis bukanlah pekerjaan mudah. Seringkali family business mengalami penurunan atau bahkan kehancuran karena tidak mampu mempersiapkan generasi penerus yang cekatan dan tangguh. Generasi penerus harus dibekali pengetahuan, karakter dan pengalaman yang cukup agar mengetahui bagaimana bisnis dijalankan serta memperoleh kepercayaan diri dan respect dari karyawannya.

Marketing merupakan bagian dalam ilmu manajemen yang bertujuan untuk memperoleh pendapatan dari penjualan produk dalam sebuah bisnis. Sementara cash flow bagaikan darah dalam tubuh bisnis yang menjamin keberlangsungan usaha. Maka tak heran apabila fungsi ini menjadi perhatian utama bagi pebisnis dalam menjalankan usahanya.

Walaupun saling terkait dan nyaris tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, sales dan marketing merupakan dua konsep yang berbeda. Sehingga memiliki pemahaman yang tajam akan perbedaan konsep sales dan marketing akan membantu tim manajemen atau pebisnis untuk menyusun strategi secara lebih tepat sasaran.

Perbedaan Sales dan Marketing

Sales atau penjualan adalah proses menjual barang atau jasa pada konsumen potensial. Umumnya, proses yang terlibat dalam sales umumnya memerlukan interaksi interpersonal antara tenaga penjual dengan konsumen potensial, sehingga dibutuhkan kecakapan dalam analisis prospek agar produk yang ditawarkan dapat membantu client memenuhi kebutuhannya.

Marketing atau pemasaran adalah proses yang dilakukan agar meningkatkan ketertarikan audiens pada produk yang ditawarkan perusahaan. Sesungguhnya, seluruh aktivitas marketing ditujukan untuk membangun persepsi dan citra brand yang positif dimata audiens.

Tugas dan Proses Kerja

Pekerjaan tim sales melibatkan interaksi langsung dengan konsumen secara hard selling yang menghasilkan penjualan. Namun, Interaksi langsung tidak selalu dimaknai bertemu tatap muka, akan tetapi bisa menggunakan media seperti telepon, email, media sosial dll.

Tim sales bertugas membangun ineraksi inerpersonal yang positif. Lebih lanjut, Tim Sales memberikan informasi yang relevan, menjawab berbagai pertanyaan, menawarkan solusi dari masalah. Serta membuat penawaran menarik untuk mengonversi potensi prospek konsumen menjadi penjualan.

Tim marketing bekerja dibalik layar untuk mendukung sales melalui riset dan analisis pasar. Hasil kerja dari tim marketing akan berwujud konsep, tools dan strategi membangun brand yang didasarkan atas analisis persaingan.

Tugas tim marketing lebih luas karena menyangkut aspek strategis dalam mendukung tercapainya target sales yang meliputi aktivitas kunci seperti merencanakan spesifikasi, penetapan harga, mempromosikan sampai mendisribusikan produk dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.

Ruang Lingkup dan Tujuan

Tujuan utama tim sales dalam menjalankan pekerjaannya adalah menghasilkan transaksi penjualan sesuai target yang dibebankan. Kerja tim sales berorientasi pada tujuan jangka pendek karena kinerja penjualan biasanya diukur dalam periode waktu triwulan atau semesteran.

Sementara tim marketing berorienasi pada tujuan jangka panjang dalam bentuk memelihara ketertarikan konsumen pada brand. Tujuan ini dapat tercapai apabila terbangun hubungan baik serta loyalitas antara brand dengan para konsumen dan vendor. Perusahaan perlu mempromosikan brand produk dengan cara mengomunikasikan value perusahaan untuk membangun kepercayaan audiens.

Audiens dan Prospek

Tim sales berfokus untuk memberikan nilai jual yang kuat dengan cara mengakomodasi kepentingan pelanggan melalui penawaran produk yang relevan. Tim sales biasanya memiliki data dan informasi mengenai prospek potensial berupa nama dan kontak yang harus ditindaklanjuti agar dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Tanggung jawab marketing berfokus untuk membangun brand awareness serta menjaring lebih banyak calon konsumen agar dapat dikonversi menjadi pelanggan setia. Strategi marketing yang dibangun harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan ketertarikan pada brand agar terjalin engaagement awal yang mamungkinkan collecting data prospek potensial untuk ditindaklanjuti tim sales.

Strategi dan Tools

Tim sales membangun strategi mereka didasarkan pada kondisi market, industri serta karakter target konsumen seperti direct selling tatap muka atau bisa juga inbound selling. Umumnya, Tools yang dapat menunjang untuk implementasi strategi dapat berupa aplikasi manajemen surel, perangkat lunak pengelola database pelanggan serta pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi penjualan secara digital.

Kerja marketing dalam membangun strategi pemasarannya dapat menggunakan pendekatan yang relevan dengan jenis campaign dan target audiens yang dituju. Strategi marketing yang memanfaatkan media sosial, blog, YouTube serta media konvensional seperti media cetak, TV, billboard, dll. Harus mampu menjangkau target audiens dengan efekif dan memiliki conversion rate yang tinggi. Tools yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan strategi ini dapat berupa Conversion Rate Optimization (CRO), Search Engine Optimization (SEO) serta perangkat lunak analisis data pelanggan dll.

Strategi sangat diperlukan dalam menyukseskan rencana. Dalam dunia entrepreneurship, diperlukan strategi bisnis yang tepat dan terukur, termasuk dalam menyukseskan pemasaran produk sebagai tujuannya. Endorsement adalah solusi promosi yang efektif dan tepat sasaran karena dilakukan via media online oleh seseorang yang berpengaruh. Hal ini membuat konsumen merasa lebih dekat dan tertarik dengan produk. Kesuksesan promosi secara halus ini bisa ditingkatkan melalui strategi endorsement demi membuat konsumen menyadari pentingnya merek yang Anda pasarkan.

  1. Memilih Endorser yang Tepat dan Kredibel

Endorsement memiliki peluang besar untuk menyukseskan pemasaran dengan jangkauan luas. Dengan endorser yang tepat, citra merek dan manfaat produk bisa dengan cepat diketahui orang banyak. Hal ini dikarenakan memanfaatkan media sosial dan endorser yang sudah dikenal, terbukti dari jumlah pengikut ribuan.

Ketepatan memilih endorser sangat menentukan keberhasilan promosi. Untuk itu, pilihlah endorser yang karakter dan profilnya sesuai dengan segmen pasar yang dituju agar tepat sasaran dalam mengajak konsumen atau calon konsumen Anda. Selain ketepatan tersebut, kredibilitas endorser perlu dipertimbangkan yaitu memilih endorser yang berpengalaman dengan riwayat konten menarik, mempunyai latar belakang yang sesuai agar representatif, serta mempunyai citra diri yang baik. Citra diri seorang endorser sangat perlu dipertimbangkan karena langsung berpengaruh pada citra merek yang dipromosikan. Dengan demikian, pastikan memilih seseorang dengan personality yang baik karena apa yang dikatakan dan dilakukan endorser, pasti orang lain akan mengikuti.

  1. Mempertimbangkan dan Memantau Engagement Rate

Kegiatan ekonomi bisnis erat kaitannya dengan pemasaran. Di era digital saat ini, pemasaran online merupakan langkah efisien dalam memosisikan merek di pasar. Sebagai langkah promosi yang kekinian dan berskala besar, strategi endorsement perlu berfokus pada engagement rate yang menandakan tingkat interaksi dari para follower.

Engagement rate yang tinggi adalah indikator para follower benar-benar mengikuti aktivitas atau unggahan endorser. Jika tingkat antusiasme pengikutnya tinggi, maka setiap informasi merek dan produk Anda dapat tersampaikan secara real time dan berpotensi viral karena tersebar secara bersamaan. Bahkan, pengikut di media sosial endorser tersebut akan membagikan kepada relasi atau mengunggah ulang konten promosi yang tentu saja memperbesar kesempatan pemasaran produk.

  1. Fokus pada Platform yang Tepat

Peran media sosial harus dimanfaatkan dengan cepat dan tepat. Pada promosi menggunakan endorser, pilihlah platform yang tepat dan fokuslah di sana. Tidak hanya satu, Anda bisa memilih dua atau tiga platform sebagai media promosi. Untuk memulai branding, Anda bisa mencoba fokus pada satu atau dua platform agar efektif. Sebagai contoh, jika merek yang dipasarkan mempunyai produk untuk anak muda, maka bisa mengoptimalkan Instagram dan TikTok. Akan tetapi, jika produknya lebih umum, maka bisa menyertakan Facebook yang penggunanya mempunyai rentang usia lebih beragam.

  1. Mengelola Konten secara Optimal

Konten adalah kunci keberhasilan promosi. Melalui endorser, pengusaha harus mampu mengomunikasikan merek dan produknya dengan komunikatif, menarik, dan lengkap. Konten yang diunggah endorser harus melalui berbagai pertimbangan, di antaranya dari segi kualitas informasi, bahasa, visual, audio, dll. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah sesuaikan tipe konten dengan karakteristik media sosial. Sebagai contoh, Instagram lebih sesuai dengan konten berupa foto dan video, sedangkan Facebook lebih sesuai dengan konten teks, gambar, dan video.

Manajemen konten harus dilakukan secara optimal dan konsisten. Pantaulah setiap unggahan endorser agar mengetahui feedback para pengikutnya. Jika antusiasmenya tinggi, maka menghasilkan respon positif. Engagement rate dari konten tersebut juga tinggi, sehingga sukses meningkatkan brand awareness.

  1. Aktif Berinteraksi dengan Audiens

Komunikasi merupakan elemen penting dalam promosi. Sebagai salah satu metode promosi, endorsement perlu dioptimalkan dengan interaksi positif dan konsisten antara endorser dan pengikut atau penggemarnya. Respon dari konten yang diunggah endorser merupakan indikator keberhasilan endorsement suatu merek atau produk. Oleh karena itu, pilihlah endorser yang aktif berinteraksi dengan audiens, sehingga mampu mengomunikasikan merek dan produk secara optimal dan tepat sasaran. Pilihlah seseorang yang secara konsisten dan real time membalas komentar audiens dengan kalimat positif dan persuasif. Dengan demikian, audiens merasa dihargai dan semakin tertarik mengonsumsi produk, bahkan persepsinya sangat positif pada merek yang dipasarkan tersebut.

Beragam strategi di atas sangat mendukung keberhasilan endorsement yang meningkatkan brand awareness. Terakhir, hal yang penting adalah perlu mengutamakan endorser yang profesional. Hal ini sangat penting untuk kerja sama jangka panjang yang menguntungkan.

Bisnis kuliner saat ini telah kembali menunjukkan geliat positif pasca pandemi dua tahun terakhir. Kemunculan brand-brand yang tempo singkat viral dan membuat konsumen mengantri di outlet menjadi indikator kembalinya perilaku konsumen menikmati kuliner lokal.

Diantara beberapa brand yang sedang naik daun belakangan ini kembali mengusung menu aneka sambal didukung tempat luas unuk dine in. Kombinasi menu pedas berbagai level pada mie ataupun sambal bakar dengan aneka lauk yang disajikan dalam hotplate merupakan sebuah strategi. Strategi tersebut dipilih bukan hanya berdasarkan insting akan tetapi telah melalui tahap riset konsmen mendalam.

Keputusan membuat area makan luas terbuka untuk dine in pasti didasarkan riset konsumen pasca pandemi yang ingin kembali makan diluar. Tempat makan luas terbuka akan mengurangi resiko penularan Covid-19 serta mengembalikan interaksi sosial yang telah lama dibatasi selama pandemi. Sehingga riset konsumen memegang peranan penting bagi keberhasilan bisnis kuliner ditengah persaingan yang semakin ketat. Berikut adalah 5 cara yang dapat dilakukan untuk melakukan riset konsumen dalam bisnis kuliner.

  1. Product Sampling

Metode lama yang selalu relevan untuk digunakan karena pelayanan yang diberikan akan langsung dapat dievaluasi berdasarkan respon audiens yang terlibat. Service set up atau pengkondisian pelayanan yang seideal mungkin selayaknya pelayanan aktual akan memberikan margin of error yang semakin rendah.

  1. Focus Group Discussion

Riset metode ini dilakukan dengan mengumpulkan konsumen dengan jumlah yang tidak banyak asal cukup mewakili karakerisik target market yang disasar. Perbedaan mendasar metode ini dengan sebelumnya adalah kedalaman informasi yang ingin digali oleh researcher agar memperoleh insight yang benar-benar relevan. FGD bisa dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali agar bisa dilakukan validasi dan mendapat masukan yang berguna bagi kemajuan bisnis.

  1. Blind Test

Riset dengan cara ini lebih spesifik ingin menguji kualitas produk kita dengan pesaing secara langsung apabila berada dijenis menu yang sama. Pengkondisian blind test harus di set up semirip mungkin produk kita dengan pesaing, baik dari segi jumlah/porsi dan cutting part serta menggunakan packaging polos yang sama agar tidak mencirikan apapun. Sehingga pengujian cara ini lebih efektif untuk membandingkan kualitas produk kita dengan pesaing secara head to head serta mengeahui perbaikan yang diperlukan agar dapat bersaing dengan kompetitor.

  1. Loyal Customers Review

Metode ini lebih cocok dilakukan bagi bisnis kuliner yang ingin mengembangkan produk baru. Dimana populasi riset ini adalah pelanggan setia yang didasarkan database penjualan sebelumnya. Melibatkan pelanggan setia untuk memberikan review dinilai penting karena merekalah yang menjadi milestone pengembangan bisnis kedepannya. Harapannya mereka mampu mencerminkan persepsi dan preferensi konsumen lain yang membeli produk kita. Keterlibatan mereka juga penting agar mereka merasa dihargai dan didengar aspirasinya sehingga terbangun engagement dan loyalitas jangka panjang.

  1. Honest Review from Influencer

Metode terakhir adalah hasil dari adaptasi kemajuan media sosial yang kita alami dewasa ini. Influencer dalam hal ini kita posisikan sebagai ahli karena pengalaman dan wawasan mereka yang telah me-review banyak bisnis serupa. Keterlibatan influencer juga penting untuk diakomdasi karena nantinya merekalah yang bisa ktia libakan untuk melakukan liputan dan review bisnis kita. Apabila dari awal sudah mengakomodasi keinginan mereka, kita bisa mendapat review posiif dan akhirnya dapat menarik followers mereka untuk mencoba.

Itu dia beberapa riset konsumen yang dapat dilakukan dalam bisnis kuliner. Namun, tenang saja karena dunia pendidikan sudah menyediakan pembelajaran efektif bagi para mahasiswa yang tertarik di bidang kuliner.

Salah satunya adalah program akademik MAN – Culinary Business Management (CBM) yang diperkenalkan oleh UC Makassar. Spesialisasi ini akan mengedukasi mahasiswa dengan materi leadership, dan manajemen bisnis yang mumpuni termasuk riset kosnsumen. Mahasiswa juga akan dibekali pemahaman kebutuhan konsumen, perencanaan bisnis spesifik,  food service, serta strategi marketing dan promosi.

Responsive Floating Hamburger Menu
UC Surabaya UC Online UC Jakarta
KLIK DISINI